Ambon,
| Universitas Pattimura (Unpatti) mendorong mahasiswa untuk menjadi pencipta peluang dan penggerak perubahan di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) serta ledakan arus informasi digital. Pesan itu mengemuka dalam Kuliah Umum bertema “Entrepreneurship and Personal Development: Creating Your Own Path” yang digelar di Aula Rektorat Universitas Pattimura pada Selasa (19/5/2026), dengan menghadirkan Dosen Marketing dan Entrepreneurship dari Inholland University of Applied Sciences, Erno Pike.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Unpatti memperkuat kapasitas mahasiswa dalam menghadapi perubahan dunia kerja dan dinamika global yang semakin kompetitif. Kampus menilai perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan informasi dalam kehidupan sehari-hari.
Rektor Universitas Pattimura, Fredy Leiwakabessy, menegaskan bahwa kemajuan teknologi informasi dan AI telah menciptakan arus informasi yang sangat besar dan bergerak cepat. Kondisi tersebut, menurutnya, menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi generasi muda, terutama mahasiswa, dalam menentukan arah pengembangan diri dan masa depan mereka.
“Mahasiswa harus mampu memilih informasi yang dapat membentuk karakter, memperluas wawasan, serta mempersiapkan masa depan. Informasi yang baik adalah informasi yang memberi motivasi, pencerahan, dan langkah-langkah terbaik untuk mencapai keberhasilan,” kata Rektor, Fredy Leiwakabessy.
Menurut Fredy, era digital tidak hanya menuntut kemampuan mengakses informasi, tetapi juga kecakapan menyaring dan menggunakannya secara produktif. Di tengah maraknya media sosial dan berbagai platform digital, mahasiswa dituntut lebih kritis agar tidak terjebak pada konsumsi konten yang hanya menghabiskan waktu tanpa memberikan manfaat nyata bagi pengembangan kompetensi.
Pandangan tersebut sejalan dengan tema kuliah umum yang menekankan pentingnya membangun karakter, kemandirian, dan pola pikir kewirausahaan. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa didorong untuk tidak hanya menjadi pencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan peluang dan solusi bagi lingkungan sekitarnya.
“Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas cara pandang mahasiswa, meningkatkan kapasitas diri, serta mempersiapkan mereka menghadapi tantangan global yang semakin kompetitif,” kata Fredy Leiwakabessy.
Kehadiran Erno Pike sebagai narasumber internasional memberikan perspektif tambahan mengenai pentingnya pengembangan diri dan kewirausahaan dalam menghadapi perubahan ekonomi global. Melalui pengalaman akademik dan profesionalnya, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai kompetensi yang dibutuhkan untuk bersaing dalam lingkungan kerja yang terus berubah.
Kuliah umum tersebut juga menunjukkan komitmen Universitas Pattimura dalam memperluas akses mahasiswa terhadap wawasan global dan praktik terbaik di bidang kewirausahaan. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia, sekaligus mempersiapkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar kerja masa depan.
Dengan semakin kuatnya pengaruh AI dan transformasi digital di berbagai sektor, pesan utama yang ingin ditegaskan Unpatti adalah bahwa mahasiswa harus mengambil peran aktif sebagai pencipta nilai dan peluang. Kemampuan berpikir kritis, memilih informasi yang berkualitas, serta membangun jiwa kewirausahaan dinilai menjadi modal penting untuk menghadapi persaingan global yang semakin ketat.(BM31)








