BM31News
BM31News
BM31News
BM31News BM31News BM31News BM31News BM31News

Unpatti Tembus PIMNAS 2025, Pertama Kali Lolos dan Raih Peringkat Nasional

Capaian bersejarah PKM 2025 menandai lonjakan daya saing mahasiswa Universitas Pattimura di tingkat nasional

Ambon, | Universitas Pattimura (Unpatti) mencatat sejarah baru dalam pengembangan riset dan kreativitas mahasiswa setelah untuk pertama kalinya berhasil lolos ke ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2025 melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Capaian ini menempatkan Unpatti pada peringkat ke-34 dari 170 perguruan tinggi se-Indonesia, menandai lonjakan signifikan daya saing akademik mahasiswa Unpatti di tingkat nasional. Prestasi tersebut ditegaskan dalam acara penyerahan Sertifikat Penghargaan Tim PKM PIMNAS kepada Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Hubungan Masyarakat, dan Alumni, yang berlangsung pada Senin (1/12/2025), di ruang kerja Wakil Rektor III Universitas Pattimura, Ambon.

Keberhasilan Unpatti menembus PIMNAS 2025 tidak terlepas dari lolosnya dua kelompok mahasiswa, masing-masing berasal dari Fakultas Kedokteran dan Fakultas Teknik. Salah satu tim dari Fakultas Teknik bahkan berhasil meraih Juara Favorit Presentasi, mempertegas kualitas inovasi, riset, dan kemampuan komunikasi ilmiah mahasiswa Unpatti di hadapan dewan juri nasional.

“Prestasi ini merupakan pencapaian yang sangat membanggakan karena untuk pertama kalinya Universitas Pattimura berhasil lolos ke PIMNAS dan langsung menempati peringkat yang cukup kompetitif di tingkat nasional,” kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Hubungan Masyarakat, dan Alumni, Nur Aida Kubangun.

Menurutnya, capaian tersebut bukan hanya simbol keberhasilan mahasiswa, tetapi juga menjadi cermin evaluasi institusional dalam memperkuat sistem pembinaan PKM secara berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa universitas akan menyiapkan mahasiswa secara lebih matang melalui pelatihan intensif, pendampingan terstruktur, serta program coaching profesional.

“Ke depan, kami akan memperkuat pembinaan mahasiswa secara sistematis di tingkat universitas, termasuk membuka ruang kerja sama dengan perguruan tinggi yang telah berpengalaman di PIMNAS. Coaching dari luar sangat penting agar pendampingan benar-benar dilakukan oleh mentor yang profesional dan berpengalaman,” kata Wakil Rektor III, Nur Aida Kubangun.

Ia menjelaskan, Unpatti sebelumnya telah beberapa kali memanfaatkan pelatih eksternal, termasuk dari perguruan tinggi mitra seperti NUDCD, sejalan dengan rekomendasi Ketua Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Pendekatan ini dinilai efektif dalam meningkatkan kualitas proposal, presentasi, dan kesiapan mental mahasiswa menghadapi kompetisi nasional.

Penguatan pembinaan PKM, lanjutnya, tidak hanya difokuskan di tingkat fakultas, tetapi akan diintegrasikan secara menyeluruh oleh universitas guna memastikan seluruh potensi mahasiswa dapat berkembang optimal. Langkah ini sejalan dengan visi Unpatti untuk meningkatkan daya saing mahasiswa pada kompetisi nasional dan internasional, sekaligus memperkokoh peran perguruan tinggi di kawasan timur Indonesia.

Sementara itu, Pendamping PKM-Riset Eksakta (PKM-RE), Gede Wiratma Jaya, mengungkapkan bahwa persiapan tim dilakukan secara cepat dan intensif sejak pengumuman lolos PIMNAS diterima. Proses persiapan berlangsung selama 23 hingga 27 November, mencakup penyusunan ulang materi presentasi, perbaikan desain poster, serta penyempurnaan berbagai aspek teknis pendukung.

“Begitu pengumuman lolos PIMNAS disampaikan, kami langsung melakukan persiapan intensif. Fokus utama adalah memperkuat substansi presentasi, visualisasi poster, dan kesiapan teknis agar tim tampil maksimal di hadapan juri,” kata pendamping PKM-RE, Gede Wiratma Jaya.

Ia menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan PIMNAS diawali dengan pembukaan dan penyambutan peserta pada hari Senin, sementara Tim PKM-RE Unpatti mendapat jadwal presentasi pada hari Selasa sebagai peserta urutan keempat, dengan durasi presentasi selama 30 menit.

Menurutnya, capaian Unpatti pada PIMNAS 2025 merupakan bukti nyata komitmen mahasiswa dan dosen pendamping dalam mengoptimalkan persiapan, meskipun pengalaman mengikuti PIMNAS masih tergolong baru bagi institusi.

“Ke depan, kami berharap Unpatti tidak hanya lolos PIMNAS, tetapi juga mampu meraih medali, minimal perunggu, khususnya pada bidang PKM-RE. Selain itu, jumlah proposal yang lolos pendanaan dan tim yang menembus PIMNAS juga harus terus meningkat,” ujar Gede Wiratma Jaya.

Ia menilai peningkatan kuantitas dan kualitas partisipasi PKM menjadi kunci agar Unpatti mampu bersaing secara konsisten dengan perguruan tinggi besar lainnya di Indonesia.

Acara penyerahan Sertifikat Penghargaan Tim PKM PIMNAS ditutup dengan sesi foto bersama antara pimpinan universitas, dosen pendamping, dan mahasiswa. Momentum ini sekaligus menjadi simbol komitmen Universitas Pattimura untuk terus bergerak “menjadi tanpa batas”, membuka ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk berinovasi, berprestasi, dan mengharumkan nama daerah serta bangsa melalui riset dan kreativitas ilmiah. (BM31)


Dapatkan berita terbaru dari BM31News.com langsung di ponsel Anda! Klik untuk bergabung di Channel WhatsApp dan Telegram kami sekarang juga.

error: Konten Dilindungi !