BM31News
BM31News
BM31News
BM31News BM31News BM31News

Universitas Pattimura dan Kementerian Keuangan Perkuat Literasi Keuangan Mahasiswa Lewat Sosialisasi ORI

Sosialisasi ORI di Universitas Pattimura menjadi langkah strategis pemerintah dan perguruan tinggi dalam membangun budaya literasi keuangan yang sehat di kalangan generasi muda.

Ambon, | Universitas Pattimura (Unpatti) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Republik Indonesia menggelar Sosialisasi Obligasi Negara Ritel (ORI) dan Sosialisasi Literasi Keuangan di Aula Rektorat Unpatti, Rabu (1/10/2025). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat literasi finansial di kalangan mahasiswa dan akademisi, sekaligus memperkenalkan peran instrumen investasi negara dalam mendukung pembangunan nasional.

Kegiatan yang dihadiri oleh pimpinan universitas, pejabat Kementerian Keuangan, serta ratusan mahasiswa ini bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan pribadi dan memperkenalkan ORI sebagai instrumen investasi yang aman, terjangkau, dan berkontribusi langsung terhadap pembangunan negara.

Rektor Universitas Pattimura, Fredy Leiwakabessy menegaskan pentingnya peran kampus dalam membangun budaya literasi keuangan di lingkungan akademik.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kampus dalam mendorong peningkatan literasi keuangan di kalangan akademisi, mahasiswa, serta masyarakat umum,” kata Rektor Fredy Leiwakabessy.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan ekosistem literasi keuangan yang kuat dan berkelanjutan.

“Kerja sama dengan berbagai pihak sangatlah penting. Tidak hanya dengan pemerintah, tetapi juga dengan NGO, komunitas, dunia usaha, dunia industri, dunia kerja, hingga media. Sinergi ini sangat kami butuhkan untuk menghadirkan edukasi yang benar-benar bermanfaat,” ujar Leiwakabessy.

Dalam sambutannya, Rektor juga menyinggung tantangan serius di era digital, di mana penyebaran informasi keliru atau hoaks finansial semakin marak. Menurutnya, edukasi yang benar dan sumber informasi yang kredibel menjadi benteng utama menghadapi fenomena tersebut.

Dari pihak Kementerian Keuangan, Annang Rohmawan, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Maluku, menggarisbawahi urgensi penguatan literasi keuangan di kalangan generasi muda yang kini rentan terhadap pola konsumtif dan jebakan keuangan digital.

“Generasi muda hari ini menghadapi tantangan gaya hidup konsumtif di era digital mulai dari pay later, pinjaman online, hingga judi daring. Tanpa literasi keuangan yang kuat, mereka mudah terjerat dalam sistem yang merugikan,” kata Annang Rohmawan.

Ia mengutip data dari Survei InvestJet 2024 yang menunjukkan bahwa 34 persen generasi muda Indonesia telah menggunakan pinjaman online, sebagian besar untuk kebutuhan konsumtif. Selain itu, data dari PPATK memperlihatkan meningkatnya kasus judi daring dengan nilai transaksi fantastis, melibatkan jutaan pengguna internet termasuk kalangan remaja.

Lebih lanjut, Annang memaparkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2024, di mana tingkat inklusi keuangan Indonesia mencapai 80,51 persen, namun literasi keuangan baru berada pada 66,46 persen.

“Artinya masih ada kesenjangan signifikan masyarakat mampu mengakses lembaga keuangan, tetapi belum sepenuhnya memahami cara mengelolanya. Inilah yang sering membuat generasi muda terjerat praktik keuangan yang merugikan,” jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan lanjutan, Kementerian Keuangan melalui DJPPR dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) akan menyelenggarakan Expo Literasi Keuangan di Lapangan Universitas Pattimura pada 2-4 Oktober 2025. Acara ini akan memfasilitasi mahasiswa dengan informasi beasiswa S2 dan S3, serta peluang investasi aman melalui produk keuangan negara.

Annang berharap mahasiswa Unpatti dapat menjadi agen perubahan yang cerdas dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan.

“Kami ingin mahasiswa Universitas Pattimura menjadi generasi yang cerdas, mandiri, dan siap bersaing secara global, dengan pemahaman finansial yang kuat dan mental investasi yang sehat,” tegasnya.

Kegiatan sosialisasi tersebut juga menghadirkan Singgih Gunarsa, Analis Keuangan Negara Ahli Madya Direktorat Surat Utang Negara, yang memberikan penjelasan mendalam mengenai manfaat dan mekanisme pembelian ORI. Acara diakhiri dengan penyerahan cendera mata dan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen bersama antara dunia pendidikan dan pemerintah dalam menciptakan masyarakat yang melek finansial.

Kegiatan ini mencerminkan sinergi nyata antara sektor pendidikan tinggi dan lembaga keuangan negara dalam memperkuat fondasi literasi keuangan nasional. Di tengah meningkatnya fenomena perilaku konsumtif digital dan penyalahgunaan instrumen finansial, literasi keuangan di kampus menjadi langkah strategis untuk menanamkan kesadaran sejak dini.

Dengan partisipasi aktif mahasiswa dan dukungan institusi pendidikan, Universitas Pattimura berpotensi menjadi model pengembangan literasi finansial kampus di wilayah Timur Indonesia, sekaligus memperluas jangkauan program inklusi keuangan pemerintah pusat. (BM31)


Dapatkan berita terbaru dari BM31News.com langsung di ponsel Anda! Klik untuk bergabung di Channel WhatsApp dan Telegram kami sekarang juga.