Ambon,
| Rektor Universitas Pattimura, Fredy Leiwakabessy, menegaskan bahwa Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan instrumen strategis dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Penegasan ini disampaikan dalam pembekalan KKN Angkatan 52 Gelombang II yang berlangsung di Student Center FKIP, Ambon, Rabu (1/4/2026).
Dalam sambutannya, Rektor menekankan bahwa KKN merupakan bagian integral dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan secara langsung di tengah masyarakat.
“KKN merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi… mahasiswa harus mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan, keterampilan, serta sikap yang dimiliki secara langsung di tengah masyarakat,” kata Rektor Universitas Pattimura, Fredy Leiwakabessy.
Rektor juga menegaskan bahwa mahasiswa harus mampu menunjukkan kapabilitas dalam menyelesaikan berbagai persoalan riil di masyarakat, mulai dari aspek ekonomi hingga sosial.
“Mahasiswa harus menunjukkan bahwa mereka memiliki kapabilitas dan kompetensi untuk menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat,” kata Rektor Universitas Pattimura, Fredy Leiwakabessy.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk mendukung program pemerintah, terutama dalam bidang ketahanan pangan, ketahanan energi, serta penguatan ekonomi berbasis UMKM. Oleh karena itu, KKN menjadi salah satu instrumen penting untuk mendorong keterlibatan mahasiswa dalam pembangunan nasional dan daerah.
Dalam konteks Maluku, mahasiswa didorong untuk mampu mengidentifikasi dan mengembangkan potensi desa, seperti sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata. Pendekatan ini dinilai strategis dalam menciptakan peluang ekonomi baru yang berkelanjutan bagi masyarakat lokal.
“Dengan bekal ilmu dan pengalaman di lapangan, mahasiswa diharapkan bisa menjadi penggerak ekonomi di desa,” kata Rektor Universitas Pattimura, Fredy Leiwakabessy.
Rektor juga mengingatkan pentingnya menjaga nama baik institusi selama pelaksanaan KKN. Ia menekankan bahwa mahasiswa tidak hanya membawa identitas pribadi, tetapi juga reputasi universitas di tengah masyarakat.
Kegiatan pembekalan ini sekaligus menjadi momentum penguatan peran Universitas Pattimura dalam mencetak generasi yang berdaya saing, inovatif, dan mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional. (BM31)







