Ambon,
| Politeknik Negeri Ambon (Polnam) memperkuat hubungan pendidikan vokasi dengan dunia industri melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama enam mitra industri, Jumat (2/10/2026), di kampus Polnam. Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperluas kesempatan mahasiswa memperoleh pengalaman kerja nyata sekaligus memperkuat keterkaitan antara kompetensi yang dipelajari di kampus dan kebutuhan dunia kerja.
Enam industri yang terlibat dalam kerja sama tersebut yakni PT Assuransi Jasa Raharja Putera, PT Tridharma Adigraha, PT Bank Mandiri Taspen, PT Ambon Sakti Motor, Klinik Lawamena, dan PT Angkasa Pura Suport. Kemitraan ini menjadi bagian dari upaya Polnam memperluas ruang pembelajaran mahasiswa di luar lingkungan kampus.
Direktur Polnam, Marceau A. F. Haurissa, mengatakan pihaknya mengapresiasi dukungan serta kerja sama yang telah diberikan dunia industri kepada Polnam. Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk mendukung pelaksanaan pendidikan vokasi yang tidak hanya berorientasi pada pembelajaran teori.
“Harapan kami mungkin bisa dikembangkan pada banyak mahasiswa bahwa mereka tidak hanya belajar di kelas, tapi mereka juga harus belajar di dunia kerja,” kata Direktur Polnam Marceau A. F. Haurissa.
Menurut Marceau, Polnam sedang mendorong agar para mitra industri dapat memberikan ruang kepada mahasiswa untuk menjalani pembelajaran langsung di tempat kerja. Ia menyebut mahasiswa diharapkan dapat mengikuti kegiatan tersebut selama sekitar empat hingga lima bulan atau satu semester penuh, sehingga pengalaman yang diperoleh tidak sebatas simulasi di ruang kelas.
“Kita sementara mendorong supaya para mitra Polnam bisa membantu kita untuk menerima mahasiswa kita, belajar selama kurang lebih 4-5 bulan. Jadi mereka ada satu semester full di dunia kerja nyata,” ujarnya.
Program tersebut diharapkan dapat memperkuat kompetensi lulusan Polnam sebelum memasuki pasar kerja. Marceau menegaskan bahwa mahasiswa tidak cukup hanya menguasai kompetensi dasar akademik, tetapi juga harus memiliki kompetensi kerja yang sesuai dengan kondisi dan tuntutan lapangan.
“Kita sangat berharap dari MOU dan PKS ini bisa menolong dunia pendidikan khususnya Polnam supaya konsep link and match itu betul-betul bisa tercapai,” kata Marceau.
Ia menilai konsep link and match harus diwujudkan melalui proses pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan di kampus dengan praktik di dunia industri. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga memiliki pengalaman menghadapi persoalan dan lingkungan kerja yang sesungguhnya.
“Kita berharap dari kerja sama-kerja sama ini ada kontribusi untuk membangun mahasiswa-mahasiswa di Maluku dan terkhususnya di Polnam,” tandasnya.(BM31)







