Ambon,
| Rektor Universitas Pattimura, Fredy Leiwakabessy menghadiri Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Pelajar yang digelar Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku bekerja sama dengan Yayasan Jelai Kasih Indonesia dan Asosiasi Pendeta Indonesia, Selasa (11/11/2025), di Auditorium Universitas Pattimura, Ambon. Kegiatan bertema “Maluku Bangkit dan Bersinar Bagi Tuhan” itu menghadirkan pengkhotbah PS. Brian Bolt dari CityReach Church Whittier, Los Angeles, dengan tujuan memperbaharui spiritualitas pelajar serta membangun karakter iman generasi muda.
Kegiatan yang dihadiri ratusan pelajar se-Kota Ambon tersebut juga diikuti unsur Forkopimda Provinsi Maluku, perwakilan Walikota Ambon, Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Maluku, pimpinan gereja, para pendeta, serta akademisi dari berbagai institusi pendidikan tinggi di Maluku. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan bahwa pembinaan mental serta penguatan nilai spiritual bagi pelajar merupakan agenda strategis lintas sektor.
Fredy Leiwakabessy menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif kolaboratif yang menggerakkan kembali semangat kerohanian generasi muda.
“Kegiatan seperti ini penting karena membentuk karakter, moralitas, dan keteguhan iman pelajar sebagai fondasi bagi masa depan Maluku,” kata Rektor Universitas Pattimura, Fredy Leiwakabessy.
Kepala Bidang Bimas Kristen Kanwil Kemenag Maluku, Stepanus Tia, yang hadir mewakili Kepala Kantor Wilayah, juga menegaskan bahwa KKR Pelajar dirancang untuk memperkuat ketahanan spiritual para siswa.
“Tujuan utama KKR ini adalah membangkitkan kembali nilai-nilai iman dan memperbaharui motivasi rohani para pelajar sehingga mereka mampu menghadapi tantangan zaman dengan karakter yang kuat,” kata Kepala Bidang Bimas Kristen, Stepanus Tia.
Penyelenggaraan KKR Pelajar 2025 menjadi momentum reflektif bagi pelajar dan pemangku kebijakan di Maluku untuk memperkuat sinergi pendidikan karakter, khususnya di tengah dinamika sosial yang menuntut keteguhan nilai, moralitas, serta mentalitas yang sehat. Melalui kolaborasi antara lembaga pemerintah, institusi pendidikan, dan komunitas keagamaan, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda Maluku yang lebih tangguh, berintegritas, dan memiliki spiritualitas yang seimbang. (BM31)









