BM31News
BM31News
BM31News
BM31News BM31News BM31News

Pascasarjana Unpatti Dorong Kolaborasi Interdisiplin untuk Pengembangan Ilmu dan Teknologi Kepulauan

Universitas Pattimura membangun sinergi riset interdisipliner demi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi berbasis kepulauan.

Ambon, | Program Pascasarjana Universitas Pattimura (Unpatti) menggelar Talk Show bertajuk “Membangun Kolaborasi Interdisiplin dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Berbasis Kepulauan” di ruang seminar kampus setempat, Kamis (16/10/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-21 Pascasarjana Unpatti, sekaligus momentum strategis memperkuat sinergi akademik lintas disiplin dalam mendukung visi Bina Mulia Kelautan yang diusung universitas.

Direktur Program Pascasarjana Unpatti, Richard B. Luhulima dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi interdisiplin sebagai pondasi bagi kemajuan riset dan inovasi di wilayah kepulauan. Ia menyebutkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah nyata dalam membangun jejaring akademik antara dosen, peneliti, dan mahasiswa lintas bidang ilmu.

“Harapan kami melalui kegiatan ini, masyarakat Ambon dan Maluku secara umum dapat lebih mengenal Pascasarjana Universitas Pattimura. Bahkan secara nasional, kami ingin menunjukkan bahwa Pascasarjana Unpatti layak diperhitungkan,” kata Direktur Pascasarjana Unpatti, Richard B. Luhulima.

Kegiatan yang juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Pascasarjana Unpatti itu menghadirkan narasumber utama seperti Niettte V. Huliselan dan Jais Ely bersama Richard B. Luhulima sendiri. Diskusi berlangsung interaktif, membahas bagaimana riset berbasis potensi wilayah kepulauan dapat diintegrasikan dengan pendekatan multidisiplin, mulai dari ilmu kelautan, hukum, ekonomi, pertanian, hingga teknik.

Dalam kesempatan yang sama, Luhulima mengungkapkan capaian penting Pascasarjana Unpatti yang kini telah mendapat dukungan penuh dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk seluruh 14 program studi yang dikelola. Menurutnya, hal ini mencerminkan kepercayaan tinggi pemerintah terhadap kualitas dan tata kelola akademik di Unpatti.

“Tidak banyak perguruan tinggi negeri yang mendapatkan kepercayaan seperti ini. Kami bersyukur karena seluruh 14 program studi kami sudah masuk dalam skema LPDP,” ujar Luhulima.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa Pascasarjana Unpatti berkomitmen memperluas jenjang pendidikan hingga tingkat doktoral. Saat ini, Unpatti telah membuka tiga program studi S3 Ilmu Pertanian, Administrasi Publik, dan Ilmu Manajemen, dan berencana menambah program doktor lainnya di masa mendatang.

Hingga tahun 2025, Pascasarjana Universitas Pattimura telah meluluskan sekitar 4.000 mahasiswa, dengan lebih dari 1.100 mahasiswa aktif yang masih menempuh studi. Angka ini menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam dua dekade terakhir sejak berdirinya Pascasarjana Unpatti.

Dalam konteks pengembangan riset, Luhulima menegaskan fokus utama Pascasarjana Unpatti pada penelitian interdisipliner di bidang kelautan, sejalan dengan visi universitas “Bina Mulia Kelautan”. Fokus ini tidak hanya memperkuat identitas akademik Unpatti sebagai universitas berbasis kepulauan, tetapi juga menjadi upaya konkret mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah timur Indonesia.

“Program studi kelautan menjadi unggulan karena tidak hanya relevan dengan potensi daerah, tetapi juga membuka peluang kolaborasi lintas disiplin mulai dari ekonomi, hukum, pertanian, hingga teknik,” tutup Luhulima.

Kegiatan Talk Show tersebut diakhiri dengan penyerahan cinderamata kepada para narasumber dan sesi foto bersama seluruh peserta. Momentum ini menandai komitmen baru Pascasarjana Unpatti dalam memperkuat jejaring riset berbasis kepulauan serta memperluas dampak akademik hingga tingkat nasional. (BM31)


Dapatkan berita terbaru dari BM31News.com langsung di ponsel Anda! Klik untuk bergabung di Channel WhatsApp dan Telegram kami sekarang juga.