BM31News
BM31News
BM31News
BM31News BM31News BM31News BM31News BM31News

Bibit Siklon 97S Picu Cuaca Ekstrem di Maluku Tengah, BMKG Imbau Waspada

BMKG mengonfirmasi adanya bibit siklon 97S yang memengaruhi cuaca di Maluku Tengah dan meningkatkan potensi hujan lebat serta angin kencang dalam beberapa hari ke depan.

Masohi, | Ditinjau dari dinamika atmosfer, sejumlah gangguan cuaca diprediksi akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Salah satu faktor utama adalah munculnya bibit siklon 97S di selatan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang memicu terbentuknya daerah konvergensi dari Maluku Utara hingga Papua.

Koordinator Operasional Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Amahai, Rolan George Leinata, menjelaskan bahwa bibit siklon tersebut menyebabkan perlambatan angin dan penumpukan massa udara di wilayah Kabupaten Maluku Tengah. Kondisi ini memicu peningkatan pertumbuhan awan hujan yang berpotensi berdampak pada cuaca ekstrem.

Menurut Leinata, fenomena bibit siklon 97S berkaitan erat dengan peningkatan suhu permukaan laut yang menjadi fokus pemantauan BMKG. “Kenaikan suhu tersebut memicu penurunan tekanan udara, sehingga sistem gangguan atmosfer lebih mudah terbentuk dan berkembang,” ujarnya di Amahai, Senin (17/11/2025).

BMKG memprediksi kondisi cuaca berbeda antara wilayah utara dan selatan Pulau Seram:

  1. Wilayah Utara Pulau Seram
    Pada tiga hari ke depan, kecamatan Seram Utara Barat, Seram Utara, Seram Utara Timur Kobi dan Seram Utara Timur Seti diperkirakan mengalami hujan ringan pada sore hingga malam hari.
  2. Wilayah Selatan Pulau Seram dan Sekitarnya
    Daerah Teluk Elpaputih, TNS, Kota Masohi, Amahai, Tehoru, Telutih, serta wilayah Kepulauan Lease, Leihitu, Leihitu Barat dan Salahutu diprediksi mengalami hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang pada pagi hingga sore hari.

Leinata menambahkan, angin bertiup dari arah selatan dengan kecepatan rata-rata 10-30 km/jam, sementara suhu udara berada pada kisaran 25-30°C. Tinggi gelombang laut di perairan Maluku Tengah berada pada kisaran 0-1,25 meter, masih dalam kategori rendah.

Menghadapi potensi cuaca ekstrem, BMKG mengimbau masyarakat Maluku Tengah untuk tetap waspada terhadap risiko banjir, tanah longsor dan pohon tumbang, khususnya pohon yang berada dekat permukiman.

BMKG juga meminta masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG, termasuk WhatsApp, Facebook dan Instagram @bmkg_malteng serta @infibmkg. (BM31)


Dapatkan berita terbaru dari BM31News.com langsung di ponsel Anda! Klik untuk bergabung di Channel WhatsApp dan Telegram kami sekarang juga.

error: Konten Dilindungi !