BM31News
BM31News
BM31News
BM31News BM31News BM31News BM31News BM31News

Maluku Integrated Port Jadi Prioritas Strategis Pemprov Maluku

Pemprov Maluku ubah pendekatan pembangunan ekonomi dari sentralisasi ke model terintegrasi berbasis konektivitas antarwilayah.

Ambon, – Pemerintah Provinsi Maluku melalui inisiatif Maluku Integrated Port berupaya menjawab tantangan struktural pembangunan wilayah kepulauan yang selama ini terkendala oleh tingginya biaya logistik dan ketimpangan distribusi barang. Proyek ini dirancang sebagai solusi strategis dan simbol kebangkitan ekonomi daerah berbasis konektivitas dan maritim.

Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath menyampaikan bahwa proyek pelabuhan terintegrasi ini merupakan bukti keseriusan pemerintah daerah dalam menyikapi kebutuhan pembangunan berkelanjutan yang inklusif dan menyeluruh.

“Sebagai daerah kepulauan yang rentan dengan inflasi harga bahan pokok, solusi yang ditawarkan adalah pelabuhan dengan sistem distribusi logistik terhubung ke seluruh kabupaten/kota lewat kapal RORO,” kata Wakil Gubernur, Abdullah Vanath saat menjadi narasumber pada Seminar Pembangunan Daerah pada Rabu (28/5/2025) di Kampus Unpatti.

Ia menegaskan, kehadiran pelabuhan ini bukan hanya sebagai fasilitas transportasi, tetapi akan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi baru dan sentra logistik kawasan timur Indonesia.

Maluku Integrated Port dirancang untuk dibangun di Waisarisa, Pulau Seram, menggantikan lokasi semula di Pulau Ambon. Pemindahan ini dianggap strategis karena mampu mendukung pemerataan pembangunan dan memperluas distribusi populasi.

“Kami ingin pelabuhan ini dimiliki oleh seluruh rakyat Maluku, bukan hanya satu wilayah. Karena itu namanya kami ubah dari Ambon New Port ke Maluku Integrated Port,” jelas Vanath.

Pemprov Maluku juga aktif menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat dan investor swasta untuk memastikan proyek ini masuk ke dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) dan mendapat dukungan fiskal yang memadai.

“Saya dan Gubernur akan terus meyakinkan pemerintah pusat dan investor agar pelabuhan ini jadi nyata. Kami ingin investor percaya bahwa Maluku aman dan layak untuk investasi,” tambah Vanath.

Langkah ini mendapat dukungan legislatif. DPRD Maluku menegaskan akan mengawal proyek ini agar tidak sekadar menjadi wacana elit, melainkan benar-benar berdampak langsung ke lapisan masyarakat bawah.

Di sisi lain, Pemprov Maluku mengajak dunia pendidikan dan masyarakat sipil untuk ikut menyosialisasikan pentingnya proyek ini, sebagai bagian dari tanggung jawab bersama membangun daerah.

Proyek Maluku Integrated Port diproyeksikan menciptakan ribuan lapangan kerja baru, mempercepat distribusi logistik, membuka pasar regional, dan menciptakan ekosistem ekonomi yang produktif dan berdaya saing.

Dengan konsep pembangunan terintegrasi berbasis kepulauan, Pemerintah Daerah Maluku menunjukkan arah baru pembangunan yang inklusif, strategis, dan berorientasi pada keadilan wilayah. (BM31)


Dapatkan berita terbaru dari BM31News.com langsung di ponsel Anda! Klik untuk bergabung di Channel WhatsApp dan Telegram kami sekarang juga.

error: Konten Dilindungi !