BM31News
BM31News
BM31News
BM31News BM31News BM31News BM31News BM31News

LPPM Unpatti Perkuat Ekosistem Inovasi untuk Dorong Ekonomi Masyarakat Maluku

Transformasi riset menuju model perguruan tinggi berbasis inovasi dan hilirisasi.

Ambon, | Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Pattimura Ambon menegaskan komitmennya memperkuat ekosistem inovasi dan pengembangan ekonomi berbasis riset di Maluku melalui penyelenggaraan Expo Produk Unggulan 2025 yang dibuka pada Senin (17/11/2025), di Ambon. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari seminar nasional dan menjadi bagian dari roadmap penguatan inovasi berbasis potensi lokal.

Kepala LPPM Unpatti, Estevanus K. Huliselan menyampaikan bahwa expo ini menjadi langkah strategis memperkuat hilirisasi riset hingga masuk ke rantai industri dan pasar. Upaya tersebut difokuskan melalui pemanfaatan 21 pusat studi yang mengawal proses sertifikasi halal, perlindungan kekayaan intelektual, hingga komersialisasi produk.

“Expo ini merupakan tahap kedua setelah seminar nasional. Kegiatan ini menjadi arah kebijakan perguruan tinggi untuk meningkatkan sosial ekonomi masyarakat melalui pengembangan produk unggulan daerah berbasis potensi spasial Maluku,” kata Kepala LPPM Unpatti, Estevanus K. Huliselan.

Huliselan menegaskan bahwa pendekatan inovasi kampus kini diarahkan untuk mendukung lima pilar pengembangan institusi: pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, swasembada energi, subsidi tepat sasaran, dan hilirisasi komoditas. Perubahan paradigma ini sejalan dengan transformasi Unpatti menuju Perguruan Tinggi Hub (PTH), yakni model perguruan tinggi yang dituntut menghasilkan inovasi bernilai ekonomi.

“Dalam sistem PTH, institusi dituntut memperkuat income generating. PNBP tidak bisa lagi hanya ditopang SPP mahasiswa. Dosen harus berinovasi menghasilkan produk bernilai ekonomis yang mampu menambah profit institusi, sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujar Huliselan.

Untuk mengakselerasi ekosistem riset menjadi industri, Unpatti menyiapkan pembangunan Science Techno Park (STP). Fasilitas ini akan menjadi ruang kolaborasi strategis antara pemerintah, industri, pelaku usaha, dan masyarakat.

“STP akan menjadi jembatan antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan industri sehingga produk inovasi Unpatti dapat diterima pasar dan memiliki nilai ekonomis. Investor butuh jembatan, dan STP itu jawabannya,” kata Huliselan.

Sekretaris LPPM, Sherly Lewerissa, menegaskan bahwa arah riset di Unpatti kini berbasis nilai ekonomi dan ditargetkan menghasilkan produk yang mampu masuk pasar.

“Unpatti tidak boleh hanya menghasilkan karya ilmiah yang berhenti sebagai artikel. Riset dosen harus memiliki nilai ekonomis dan diterjemahkan menjadi produk yang bisa masuk pasar,” ujar Lewerissa. (BM31-JP)


Dapatkan berita terbaru dari BM31News.com langsung di ponsel Anda! Klik untuk bergabung di Channel WhatsApp dan Telegram kami sekarang juga.

error: Konten Dilindungi !