Saumlaki,
| Universitas Lelemuku Saumlaki (Unlesa) menggelar yudisium bagi 105 mahasiswa Tahun Akademik 2025/2026, terdiri atas 103 lulusan program sarjana (S1) dan dua lulusan program diploma tiga (D3) yang berlangsung pada Jumat (23/10/2026) di Kampus Unlesa. Dalam kegiatan tersebut, Rektor Unlesa, Ferly A. Sairmaly, menekankan pentingnya capaian akademik, pembinaan karakter, dan peningkatan kualitas lulusan untuk mendukung target akreditasi unggul pada 2032.
Yudisium tersebut menjadi penanda penyelesaian tahapan akademik mahasiswa sekaligus momentum bagi institusi untuk menegaskan arah pengembangan pendidikan tinggi. Unlesa menempatkan keberhasilan lulusan sebagai bagian dari upaya memperkuat mutu pendidikan, daya saing institusi, dan kontribusi perguruan tinggi terhadap masyarakat.
Sairmaly memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang mampu menyelesaikan studi dalam waktu tiga tahun sepuluh bulan. Menurut paparan dalam bahan kegiatan, capaian itu mencerminkan peran mahasiswa, dukungan keluarga, serta pendampingan tenaga pengajar selama proses perkuliahan.
Percepatan masa studi menjadi salah satu capaian yang disoroti dalam sambutan rektor. Meski demikian, durasi penyelesaian studi tidak dapat menjadi satu-satunya ukuran mutu pendidikan. Kualitas pembelajaran, kompetensi lulusan, ketepatan kurikulum, dan pemenuhan standar akademik tetap menjadi unsur penting dalam penilaian kinerja perguruan tinggi.
Rektor menghubungkan penguatan capaian akademik dengan target Unlesa untuk meraih akreditasi unggul pada 2032. Target tersebut sejalan dengan visi kelembagaan untuk menjadi perguruan tinggi yang unggul, tepercaya, dan berdaya saing. Pencapaiannya memerlukan pengembangan sistem pendidikan yang konsisten serta pemenuhan standar mutu yang berlaku.
Selain menekankan keberhasilan akademik, Sairmaly mengingatkan para lulusan agar tidak berhenti mengembangkan kapasitas diri setelah memperoleh gelar. Lulusan diharapkan mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama kuliah untuk menjawab kebutuhan dunia kerja serta persoalan di tengah masyarakat.
Rektor juga mendorong lulusan yang memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister. Beasiswa disebut sebagai salah satu alternatif untuk membantu mengatasi kendala biaya pendidikan pascasarjana. Namun, ketersediaan dan persyaratan program beasiswa perlu ditelusuri oleh calon mahasiswa sesuai penyelenggara dan periode pendaftarannya.
Dalam aspek hubungan kelembagaan, Sairmaly mengingatkan lulusan mengenai peran organisasi alumni KAM LEL ISA. Keanggotaan dalam organisasi tersebut, sebagaimana disampaikan dalam bahan sambutan, tercantum dalam surat keputusan penetapan kelulusan. Alumni diharapkan menjaga hubungan dengan almamater dan berkontribusi melalui aktivitas profesional maupun sosial.
Keterlibatan alumni dapat menjadi salah satu sarana memperkuat jejaring lulusan dan hubungan perguruan tinggi dengan masyarakat. Namun, dampak nyata terhadap reputasi institusi bergantung pada kontribusi alumni, kualitas lulusan, dan keberlanjutan program yang dibangun bersama.
Ketua Yayasan Pendidikan Tinggi Rumpun Lelemuku Saumlaki (YPT-RLS), Polikarpus Lalamafu, turut menyoroti pentingnya pengembangan institusi agar mampu bersaing di tingkat lokal, nasional, dan internasional. Ia juga membuka peluang kerja sama dengan lulusan yang berminat menjadi tenaga pendidik, dengan kebutuhan serta standar kualifikasi yang dirumuskan oleh biro kepegawaian yayasan.
Rangkaian yudisium tersebut memperlihatkan dua agenda yang berjalan beriringan: peningkatan mutu akademik dan penguatan hubungan antara institusi dengan alumninya. Bagi Unlesa, konsistensi pelaksanaan kedua agenda itu akan menjadi bagian penting dalam upaya mewujudkan target pengembangan kelembagaan hingga 2032.(BM31)




















