Makassar,
| Sebagai bagian dari semarak Oktoberkreasi yang digagas Kementerian Ekonomi Kreatif RI menjelang Hari Ekonomi Kreatif Nasional (HEKRAFNAS) pada 24 Oktober 2025, Dewan Pimpinan Pusat Molucass Movement Generation (DPP MMG) resmi meluncurkan program BERSAMA (Bermusik Bangun Ekonomi Rakyat) di Makassar, Senin (6/10/2025) malam. Kegiatan yang berlangsung di kawasan kuliner Pisang Epe, Jalan Lamadukelleng, ini menghadirkan kolaborasi antara musisi jalanan Pantai Losari dan pelaku UMKM kuliner lokal, dengan tujuan membangun ekosistem ekonomi kreatif berbasis musik dan usaha rakyat.
Menurut Ketua Harian DPP MMG Roland Nanlohy, program BERSAMA merupakan bentuk dukungan nyata kepada para pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di Kota Makassar. Ia menegaskan bahwa MMG memandang para musisi jalanan bukan sekadar pengamen, melainkan seniman yang berdaya dan berkontribusi pada geliat ekonomi rakyat.
“Kami tidak mau menyebut mereka pengamen, kami menyebut mereka musisi jalanan, karena mereka memanfaatkan kemampuan dan talenta yang dimiliki untuk mendapatkan rezeki dan menjadikan itu lapangan pekerjaan. Sebagai pemuda berdarah Maluku yang identik dengan musik Timur Indonesia, kami memilih memulai langkah dari musik,” kata Roland Nanlohy dalam rilis yang diterima redaksi BM31News, Rabu (8/10/2025).
Ia menambahkan, kegiatan hiburan rakyat yang dihadirkan di titik kuliner Pisang Epe diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk menikmati kuliner khas Makassar sembari mengapresiasi musik lokal. MMG menargetkan agar sinergi ini mampu mendorong peningkatan omzet UMKM sekaligus memberikan ruang ekspresi yang layak bagi para musisi jalanan.
Dalam kesempatan berbeda, Ketua Umum DPP MMG Vikri Banjar menjelaskan bahwa program BERSAMA juga dilengkapi dengan berbagai layanan sosial dan edukatif gratis yang digerakkan oleh anggota MMG yang ahli di bidangnya.
“Dalam program ini kami menghadirkan klinik keuangan, klinik UMKM, hingga klinik pendidikan yang semuanya dapat diakses gratis oleh masyarakat. Kami ingin menciptakan ekosistem kolaboratif yang memberi solusi nyata bagi persoalan ekonomi, pendidikan, dan usaha rakyat,” kata Vikri Banjar.
Program BERSAMA dijadwalkan berlangsung sepanjang bulan Oktober dengan lokasi layanan yang berpindah di sejumlah titik UMKM di Kota Makassar. Setiap titik akan menjadi pusat interaksi antara pelaku ekraf, musisi, dan masyarakat, dalam semangat “sinergi dan kolaborasi” menuju Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, salah satu inisiator MMG, Stella Matitaputty menegaskan bahwa kehadiran MMG di Sulawesi Selatan merupakan upaya memperkuat jejaring pemuda lintas iman berketurunan Maluku untuk turut berkontribusi dalam pembangunan ekonomi daerah.
“MMG hadir sebagai wadah silaturahmi pemuda lintas iman keturunan Maluku di Sulawesi Selatan, yang diharapkan mampu bersinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak dalam membangun ekonomi kreatif berbasis masyarakat. Program BERSAMA akan terus kami kembangkan agar berdampak luas dan merakyat,” kata Stella Matitaputty.
Program BERSAMA juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan “Road to Pelantikan DPP MMG” di Makassar, yang akan berlanjut dengan workshop musisi jalanan serta mini konser bertajuk “MENYALA DARI TIMUR”. Program ini mendapat dukungan dari sejumlah tokoh nasional dan lokal, termasuk musisi Andre Hehanusa, Levin Simaela (Humble Music Course), serta tokoh masyarakat Maluku, Toraja, dan Sulawesi Selatan yang tergabung sebagai pembina dan penasihat MMG.
Dengan mengusung semangat kolaborasi lintas sektor, program BERSAMA diharapkan menjadi model pemberdayaan ekonomi kreatif yang mengakar dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat. (BM31)




