BM31News
BM31News
BM31News
BM31News BM31News BM31News BM31News BM31News

Fakultas Teknik Unpatti Gelar Pelatihan Marine Surveyor untuk Perkuat Kompetensi Mahasiswa dalam Industri Maritim

Unpatti gandeng PT BKI dan PT Adi Surveyor siapkan mahasiswa menghadapi kebutuhan tenaga profesional maritim.

Ambon, | Fakultas Teknik Universitas Pattimura menggelar Pelatihan Marine Surveyor pada Rabu (19/11/2025) di ruang multimedia Fakultas Teknik Unpatti, untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan dasar survei kelautan serta pemeriksaan teknis maritim sebagai persiapan memasuki industri perkapalan yang terus berkembang. Kegiatan ini melibatkan PT Adi Surveyor dan PT BKI sebagai penyedia materi teknis, dengan tujuan memperkuat kompetensi mahasiswa menghadapi kebutuhan tenaga profesional di sektor maritim nasional.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni Fakultas Teknik Unpatti, Nil Edwin Maitimu, menegaskan bahwa pelatihan bersertifikat menjadi kebutuhan mendesak seiring tingginya jumlah mahasiswa baru dan terbatasnya kuota beasiswa UKT yang tersedia setiap tahun. Ia menekankan pentingnya kompetensi tambahan yang dapat meningkatkan kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja, terutama di sektor industri besar seperti Blok Masela.

“Ijazah saja tidak cukup, yang utama adalah keahlian yang dimiliki,” kata Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Nil Maitimu.

Ia berharap pelatihan ini memperluas peluang mahasiswa untuk diterima bekerja pada sektor-sektor strategis dan mampu memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan industri. Nil juga menyampaikan apresiasi kepada PT Adi Surveyor dan pihak-pihak yang berkontribusi dalam penyelenggaraan pelatihan tersebut. BM31News

Peserta Pelatihan Marine Surveyor. Foto: Humas Unpatti

Di sesi berikutnya, Kepala Unit Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PT BKI Persero, Arif Bijaksana Prawira Negara, menyoroti pentingnya kemampuan teknis dan sertifikasi profesional bagi lulusan teknik, terutama menghadapi peluang kerja pada Proyek Strategis Nasional seperti Blok Masela. Menurutnya, kesiapan sumber daya manusia lokal akan menjadi faktor kunci untuk mengisi kebutuhan tenaga kompeten di industri perkapalan dan maritim.

“Industri tidak hanya menilai kemampuan akademik, tetapi juga karakter, etika kerja, dan kemampuan beradaptasi,” kata Kepala Unit TJSL PT BKI, Arif Bijaksana Prawira Negara.

Arif menegaskan bahwa soft skills seperti komunikasi, kerja sama, serta kemampuan mengambil keputusan menjadi penilaian penting dalam dunia industri. Ia berharap pelatihan Marine Surveyor berjalan lancar dan membuka ruang kolaborasi berkelanjutan antara PT BKI dan Fakultas Teknik Unpatti.

Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja Beasiswa Indonesia Emas IDSurvey Fakultas Teknik Unpatti, Dr. Novitha L. Th. Thenu, menjelaskan bahwa pelatihan Marine Surveyor merupakan bagian dari skema Beasiswa Indonesia Emas yang menaungi tiga perusahaan besar: PT BKI, PT Sucofindo, dan PT Surveyor Indonesia. Pelatihan ini diikuti 20 mahasiswa dari tiga program studi teknis terkait, dengan materi yang mencakup testing, inspection, dan certification sebagai elemen fundamental profesi marine surveyor.

Peserta akan memperoleh sertifikat resmi yang diterbitkan PT BKI, yang menjadi nilai tambah bagi lulusan untuk memasuki dunia industri perkapalan. Pelatihan ini juga memberikan pemahaman mengenai konstruksi kapal, regulasi IMO, serta standar internasional terkait sistem klasifikasi kapal.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan oleh BKI Akademi, dengan menghadirkan instruktur berpengalaman dari berbagai daerah untuk memastikan materi disampaikan secara profesional dan sesuai kebutuhan industri terkini. (BM31)


Dapatkan berita terbaru dari BM31News.com langsung di ponsel Anda! Klik untuk bergabung di Channel WhatsApp dan Telegram kami sekarang juga.

error: Konten Dilindungi !