Ambon,
| Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pattimura (Unpatti), Izaak Hendrik Wenno, menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasi antarfakultas keguruan dan ilmu pendidikan di seluruh Indonesia melalui Forum Komunikasi Pimpinan (FORKOM) FKIP Negeri Se-Indonesia. Forum tersebut diharapkan menjadi ruang strategis untuk mempertemukan gagasan, memperluas jejaring kerja sama, serta merumuskan langkah bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan guru dan pendidikan nasional.
Penegasan tersebut disampaikan Wenno dalam acara Welcome Dinner Pertemuan Puncak FORKOM FKIP Negeri Se-Indonesia yang berlangsung di Gedung Plaza Presisi Polda Maluku, Kamis malam (5/11/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Kota Ambon, Provinsi Maluku, itu berlangsung pada 5-8 November 2026 dengan FKIP Universitas Pattimura sebagai tuan rumah.
Dalam sambutannya, Wenno menyampaikan bahwa kepercayaan menjadi tuan rumah pertemuan nasional tersebut merupakan kehormatan sekaligus kebanggaan bagi keluarga besar FKIP Universitas Pattimura. Menurutnya, kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda pertemuan organisasi, tetapi juga momentum membangun persaudaraan dan memperkuat komitmen bersama dalam pengembangan pendidikan tinggi, khususnya pendidikan tenaga pendidik.
“Bagi kami menjadi tuan rumah bukan sekadar menyelenggarakan sebuah agenda pertemuan organisasi, tetapi lebih dari itu merupakan kesempatan untuk mempertemukan gagasan, mempererat tali persaudaraan, membangun jejaring kolaborasi serta memperkuat komitmen bersama dalam memajukan pendidikan guru dan pendidikan nasional,” kata Izaak Hendrik Wenno.
Ia berharap pertemuan puncak FORKOM tahun ini dapat menghasilkan pemikiran konstruktif, rekomendasi strategis, serta komitmen kolaboratif yang dapat ditindaklanjuti oleh seluruh FKIP anggota forum. Dengan demikian, hasil pertemuan tidak berhenti pada diskusi, tetapi dapat diterjemahkan menjadi program dan kerja sama nyata antarlembaga pendidikan.
Wenno juga menyoroti pentingnya pengembangan pendidikan guru yang mampu menjawab karakteristik dan kebutuhan wilayah masing-masing. Sebagai institusi pendidikan tinggi yang berada di kawasan kepulauan, FKIP Universitas Pattimura terus berupaya mengembangkan sistem pendidikan yang responsif terhadap potensi dan tantangan wilayah kepulauan, sekaligus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan tuntutan daya saing global.
Menurutnya, pengalaman dan tantangan yang dihadapi setiap FKIP perlu menjadi bagian dari perhatian bersama. Pertukaran gagasan, pengalaman kelembagaan, dan praktik pengembangan pendidikan dinilai dapat membuka peluang bagi setiap perguruan tinggi untuk saling belajar dan memperkuat kapasitas institusi.
Dalam kesempatan tersebut, Wenno turut mengangkat nilai kearifan lokal masyarakat Maluku sebagai landasan membangun solidaritas dalam forum nasional. Ia memperkenalkan filosofi Ale Rasa, Beta Rasa dan ungkapan potong di kuku rasa di daging yang mengandung makna empati, kebersamaan, serta tanggung jawab terhadap sesama.
“Nilai-nilai yang kiranya kita bawa dalam forum ini, bahwa kemajuan satu FKIP merupakan bagian dari kemajuan FKIP lainnya. Keberhasilan suatu perguruan tinggi dapat menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi yang lainnya dan berbagai tantangan yang kita hadapi hendak menjadi tanggung jawab bersama untuk dicarikan solusi melalui kolaborasi,” ujarnya.
Filosofi tersebut, lanjutnya, relevan dengan semangat kerja sama antarpimpinan FKIP negeri se-Indonesia. Setiap institusi diharapkan tidak berjalan sendiri dalam menghadapi tantangan pendidikan, melainkan membangun komunikasi dan sinergi untuk menghasilkan solusi yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi dunia pendidikan.
Wenno juga menyampaikan apresiasi kepada Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Ketua DPRD Provinsi Maluku beserta jajaran, Wali Kota Ambon beserta jajaran, Rektor Universitas Pattimura, serta para wakil rektor atas dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada seluruh pimpinan FKIP negeri se-Indonesia yang telah meluangkan waktu menghadiri pertemuan di Ambon. Kehadiran para pimpinan fakultas tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat hubungan kelembagaan dan membangun komunikasi antarfakultas keguruan di tingkat nasional.
Melalui pertemuan puncak FORKOM ini, FKIP Universitas Pattimura berharap terbangun persatuan dan kolaborasi yang lebih kuat untuk mendorong fakultas keguruan dan ilmu pendidikan menjadi institusi yang berkualitas, adaptif, inovatif, serta berdaya saing. Momentum pertemuan di Maluku tersebut diharapkan menjadi titik penguatan komitmen bersama dalam mempersiapkan pendidikan guru yang mampu menjawab kebutuhan pendidikan Indonesia ke depan. (BM31-01)



