Ambon,
| Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon menggelar Gelar Karya Proyek Kepemimpinan bertema “Transformasi Pembelajaran Melalui Inovasi, Teknologi dan Kreativitas Guru Profesional” di pelataran Gedung PPG, Dekanat Lama FKIP Unpatti, Selasa (27/10/2026). Kegiatan ini menjadi ajang bagi mahasiswa menunjukkan hasil pembelajaran melalui karya inovatif sekaligus memperkuat kesiapan mereka menjadi guru profesional.
Pengelola sekaligus pengajar Mata Kuliah Proyek Kepemimpinan PPG Unpatti, Patris Rahabav, mengatakan pendidikan profesi memiliki peran strategis dalam mempersiapkan guru yang menguasai materi, berkarakter baik, disiplin, bertanggung jawab, serta mampu mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran.
Menurut Patris, peningkatan kualitas guru perlu dimulai dari proses pendidikan dan pembentukan kompetensi calon pendidik di lingkungan FKIP Unpatti. Ia menilai tantangan mutu pendidikan di Maluku masih membutuhkan perhatian serius dan upaya bersama dari berbagai pihak.
“Seorang guru yang profesional pertama sekali harus menguasai betul apa yang akan dia sampaikan kepada peserta didik. Dan yang kedua, seorang guru yang profesional adalah guru yang betul-betul punya attitude dan punya moralitas yang baik, guru yang kreatif, inovatif, dan guru yang betul-betul disiplin dan punya tanggung jawab,” kata Patris Rahabav.
Ia menjelaskan, pendidikan sarjana membekali mahasiswa dengan teori dan praktik dasar, sedangkan PPG menjadi tahap pematangan kompetensi melalui pengalaman yang lebih dekat dengan situasi nyata di sekolah. Proses tersebut diharapkan dapat menjembatani pengetahuan akademik dengan kebutuhan profesional di ruang kelas.
Patris juga menyampaikan apresiasi kepada kepala sekolah dan guru yang telah mendampingi mahasiswa selama menjalani kegiatan di sekolah. Menurutnya, dukungan para praktisi pendidikan membantu mahasiswa memahami aspek teknis dan operasional yang tidak cukup dipelajari melalui teori di ruang kuliah.
Gelar karya tersebut, lanjut Patris, menjadi salah satu bukti penerapan pembelajaran dalam bentuk produk dan gagasan yang dikembangkan mahasiswa. Ia berharap calon guru tidak hanya memiliki kemampuan mengajar, tetapi juga mampu bekerja sama, berinovasi, serta menghasilkan karya yang menjawab kebutuhan pendidikan.
Dalam sambutannya, Patris turut mengungkapkan bahwa mahasiswa yang dibimbingnya telah menulis dua buku yang direncanakan terbit secara nasional. Ia menyebut dukungan program PPG diperlukan untuk memfasilitasi penerbitan karya tersebut sekaligus memperkuat persiapan program dalam menghadapi proses akreditasi.
Sementara itu, Sekretaris Koordinator PPG Unpatti, Samuel Patra Ritiauw, yang mewakili Ketua Koordinator PPG, mengapresiasi dosen, guru, dan kepala sekolah yang mendukung pelaksanaan proyek kepemimpinan. Ia menegaskan bahwa pendidikan profesi harus memberikan pengalaman praktik, bukan hanya menyampaikan teori kepada mahasiswa.
“Lagi-lagi yang harus dilakukan oleh Pendidikan Profesi Guru tidak sebatas teori yang harus kita jejelkan kepada mahasiswa atau kita suguhkan kepada mahasiswa, tapi pada level ini, level Pendidikan Profesi, kita harus mampu untuk menghadirkan praktik nyata yang harus mahasiswa wujudkan dalam karya-karya inovatif,” kata Samuel Patra Ritiauw.
Samuel menambahkan, pengembangan karya inovatif menjadi penting bagi calon guru yang kelak bertugas di Maluku sebagai provinsi kepulauan dengan tantangan keterbatasan sumber daya, fasilitas, dan pemenuhan standar pendidikan. Kreativitas diharapkan membantu guru mengembangkan pembelajaran yang sesuai dengan kondisi sekolah dan kebutuhan peserta didik.
Ia juga mengajak mahasiswa di luar program PPG untuk mengunjungi stan pameran, mengeksplorasi hasil karya, serta memanfaatkan gagasan yang relevan sebagai referensi dalam kegiatan akademik mereka.
Samuel secara resmi membuka kegiatan Gelar Karya Proyek Kepemimpinan tersebut. Melalui kegiatan ini, PPG Unpatti diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah serta mendorong lahirnya guru profesional yang mampu berkontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan di Maluku.(BM31-01)




















