BM31News
BM31News
BM31News
BM31News BM31News BM31News BM31News BM31News

Rektor Unpatti Sambut Kapolda Maluku, Bahas Sinergi Keamanan

Pertemuan Rektor Unpatti dan Kapolda Maluku membahas penguatan keamanan kampus, komunikasi dialogis dengan mahasiswa, serta peluang penelitian bersama untuk mendukung pembangunan daerah.

Ambon, | Rektor Universitas Pattimura (Unpatti), Fredy Leiwakabessy menerima kunjungan Kapolda Maluku yang baru, Irjen Pol. Suwondo Nainggolan bersama sejumlah pejabat utama (PJU) Polda Maluku di Ruang Rapat Rektor Lantai III, Gedung Rektorat Universitas Pattimura, Senin (19/10/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan kepolisian dalam menjaga keamanan, membangun komunikasi dengan mahasiswa, serta mengembangkan penelitian ilmiah untuk mendukung pembangunan di Maluku.

Kunjungan silaturahmi ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan kelembagaan antara Unpatti dan Polda Maluku. Kedua institusi menjajaki penguatan sinergi melalui pendekatan akademis, penelitian, dan komunikasi yang konstruktif dalam menghadapi berbagai persoalan keamanan di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Rektor Unpatti, Fredy Leiwakabessy, menyambut baik kunjungan Kapolda Maluku beserta jajaran. Ia menegaskan pentingnya kerja sama lintas institusi untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban sekaligus mendorong kemajuan daerah.

“Kami menyambut baik kedatangan Kapolda Maluku yang baru bersama dengan PJU Polda Maluku lainnya di Universitas Pattimura dalam rangka membahas kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta mendorong kemajuan pembangunan di Maluku,” kata Rektor Universitas Pattimura, Fredy Leiwakabessy.

Menurut Fredy, hubungan baik yang telah terjalin antara Unpatti dan Polda Maluku perlu dipertahankan melalui komunikasi, kerja sama, dan komitmen bersama. Sebagai salah satu perguruan tinggi negeri terbesar di Maluku, Unpatti memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Ia menjelaskan, Unpatti saat ini memiliki 115 program studi dengan lebih dari 30.000 mahasiswa aktif. Besarnya jumlah tersebut menuntut pengelolaan institusi yang efektif, termasuk dalam pelaksanaan kegiatan akademik, pembinaan kemahasiswaan, perencanaan program, dan penggunaan anggaran secara bertanggung jawab.

BM31News BM31News BM31News BM31News BM31News BM31News

Keberagaman asal daerah mahasiswa juga menjadi perhatian dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif. Karena itu, dukungan berbagai pihak dinilai penting untuk memperkuat pencegahan dan penanganan persoalan yang berpotensi muncul di lingkungan kampus maupun wilayah sekitarnya.

Fredy menambahkan, kerja sama yang telah dibangun selama ini dapat menjadi modal untuk mengantisipasi berbagai persoalan melalui koordinasi dan komunikasi yang berkelanjutan. Ia berharap kolaborasi tersebut terus berkembang sehingga Unpatti dapat memberikan kontribusi lebih besar bagi masyarakat dan pembangunan Maluku.

Sementara itu, Kapolda Maluku, Irjen Pol. Suwondo Nainggolan, menekankan bahwa hubungan antara kepolisian dan perguruan tinggi tidak seharusnya terbatas pada penanganan demonstrasi atau persoalan keamanan. Menurut dia, perguruan tinggi merupakan ruang penting bagi penyampaian aspirasi dan pengembangan dialog dalam kehidupan demokrasi.

“Jadi, penyampaian aspirasi perlu direspons melalui pendekatan yang terbuka dan dialogis. Karena itu, setelah demonstrasi, komunikasi antara kepolisian dan mahasiswa perlu dibangun agar hubungan yang baik dapat terus terpelihara,” kata Kapolda Maluku, Suwondo Nainggolan.

Ia menilai komunikasi yang terbuka antara kepolisian dan mahasiswa diperlukan untuk menjaga hubungan yang konstruktif, termasuk setelah berlangsungnya aksi penyampaian pendapat. Pendekatan dialogis diharapkan dapat memperkuat saling pengertian sekaligus mendukung terciptanya suasana kampus yang aman dan tertib.

Selain membahas hubungan kepolisian dengan mahasiswa, Suwondo juga menyampaikan peluang kolaborasi penelitian bersama Unpatti. Kerja sama tersebut berpotensi mencakup penelitian sosial dan bidang ilmu pengetahuan lainnya sesuai kebutuhan serta kapasitas kedua institusi.

Kolaborasi riset diharapkan menghasilkan kajian yang bermanfaat bagi masyarakat dan dapat menjadi salah satu referensi dalam mendukung pembangunan daerah. Namun, bentuk program, ruang lingkup penelitian, dan mekanisme pelaksanaan kerja sama tersebut belum dirinci dalam keterangan yang tersedia.

Pertemuan itu turut dihadiri Ketua Satuan Pengawasan Internal (SPI) Unpatti, Kevin H. Tupamahu; Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Hubungan Masyarakat, dan Alumni, Nur Aida Kubangun; para dekan; para kepala biro; serta Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Estevanus K. Huliselan.

Melalui pertemuan tersebut, Unpatti dan Polda Maluku diharapkan dapat memperkuat koordinasi dalam menjaga keamanan lingkungan pendidikan, membangun komunikasi yang sehat dengan mahasiswa, serta membuka peluang penelitian bersama. Keberlanjutan kolaborasi itu akan bergantung pada tindak lanjut konkret dan pelaksanaan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Maluku.(BM31)

📢 Ikuti BM31News untuk dapatkan berita terbaru
⚠️ DISCLAIMER: Konten BM31News.com dilindungi undang-undang. Dilarang mengutip, menyalin, memuat ulang sebagian atau seluruh isi artikel ini dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari redaksi BM31News.com.
BM31News BM31News BM31News BM31News BM31News

Hak Cipta BM31News. Dilindungi undang-undang.

error: Konten Dilindungi !