BM31News
BM31News
BM31News
BM31News BM31News

Unpatti Dorong Kesadaran Kesehatan Mental Mahasiswa melalui Talkshow Harmoni Tifa dan Totobuang

Wakil Rektor Unpatti Nur Aida Kubangun menekankan pentingnya ketahanan diri, dukungan sosial, dan budaya saling peduli dalam membangun kesehatan mental mahasiswa.

Ambon, | Universitas Pattimura (Unpatti) menegaskan pentingnya kesehatan mental sebagai bagian integral dari pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas, berkarakter, dan tangguh. Pesan tersebut disampaikan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Hubungan Masyarakat dan Alumni, Nur Aida Kubangun saat membuka talkshow bertema “Harmoni Tifa dan Totobuang: Baku Kele Mengatasi Cemas dan Menemukan Ritme Diri” di Aula Rektorat Unpatti, Kamis (15/10/2026).

Kegiatan yang merupakan kolaborasi Universitas Pattimura dengan Mata Garuda Maluku ini mengangkat isu kesehatan mental di kalangan mahasiswa. Melalui forum tersebut, perhatian diarahkan pada pentingnya keseimbangan antara pencapaian akademik, kematangan emosional, pembentukan karakter, dan kemampuan menghadapi tekanan kehidupan.

Dalam sambutannya, Kubangun menekankan bahwa pembangunan sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi maupun sekolah tidak cukup hanya berorientasi pada prestasi akademik. Kesehatan mental perlu mendapat perhatian agar peserta didik mampu berkembang secara utuh, baik dari sisi intelektual maupun emosional.

Ia menjelaskan bahwa mahasiswa menghadapi beragam tekanan, mulai dari tuntutan akademik, persoalan ekonomi, masalah keluarga, pergaulan, hingga kekhawatiran terhadap masa depan. Tekanan tersebut tidak selalu terlihat dari luar sehingga membutuhkan kepedulian dan pemahaman dari lingkungan sekitar.

Kubangun juga menegaskan bahwa ketangguhan tidak berarti seseorang harus selalu mampu menghadapi persoalan seorang diri. Keberanian mencari pertolongan dan kemampuan bangkit dari kesulitan merupakan bagian penting dalam membangun ketahanan diri.

BM31News BM31News BM31News BM31News BM31News BM31News BM31News

Karena itu, mahasiswa didorong untuk tidak ragu berbagi cerita dengan orang yang dipercaya ketika menghadapi persoalan. Dukungan sosial dinilai penting untuk membantu seseorang melewati masa sulit sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih terbuka terhadap pembicaraan mengenai kesehatan mental.

Selain menyoroti lingkungan kampus, Kubangun mengajak sivitas akademika dan masyarakat Maluku memperkuat budaya saling peduli melalui nilai hidup orang basudara. Nilai tersebut, menurutnya, perlu diwujudkan dalam tindakan nyata, seperti saling menghargai, mendengarkan tanpa menghakimi, menjaga kepercayaan, dan memberikan dukungan kepada mereka yang sedang menghadapi kesulitan.

Ia juga mengingatkan agar kegiatan kesehatan mental tidak berhenti pada seminar, diskusi, atau penyampaian materi. Kesadaran yang dibangun melalui kegiatan semacam ini perlu ditindaklanjuti dengan upaya mengurangi stigma serta mendorong tersedianya akses dukungan yang mudah dijangkau mahasiswa.

Sebagai institusi pendidikan tinggi, Unpatti menempatkan pembentukan manusia yang sehat, tangguh, dan berkarakter sebagai bagian penting dari tujuan pendidikan. Keberhasilan pendidikan tidak hanya dilihat dari pencapaian akademik, tetapi juga dari kemampuan individu menghadapi tantangan dan memberikan kontribusi bagi masyarakat, daerah, bangsa, dan negara.

Dalam talkshow tersebut, panitia menghadirkan tiga narasumber dengan latar belakang keahlian di bidang kesehatan dan psikologi. Mereka adalah Bertha Jean Que, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura; Sherly Yakobus, Direktur RSKD Provinsi Maluku sekaligus psikiater; serta Febry Elizabet Wattimena, psikolog klinis.

Diskusi dipandu oleh Stefanny Esty Diaz, alumni LPDP PK 224 dari Dinas Sosial Provinsi Maluku. Kehadiran para narasumber tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembahasan kesehatan mental melalui perspektif medis, psikiatri, dan psikologi klinis.

Menutup sambutannya, Kubangun mengajak mahasiswa untuk menjaga kesehatan mental, menghargai diri sendiri, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, dan tetap bersemangat menghadapi masa depan. Pesan tersebut menegaskan pentingnya membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan pikiran, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan dan kemanusiaan setiap individu.(BM31)

📢 Ikuti BM31News untuk dapatkan berita terbaru
⚠️ DISCLAIMER: Konten BM31News.com dilindungi undang-undang. Dilarang mengutip, menyalin, memuat ulang sebagian atau seluruh isi artikel ini dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari redaksi BM31News.com.

Hak Cipta BM31News. Dilindungi undang-undang.

error: Konten Dilindungi !