Ambon,
| Universitas Pattimura (Unpatti) siap menjadi tuan rumah Forum Komunikasi Pimpinan (FORKOM) FKIP Negeri Se-Indonesia 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 5-8 November 2026 di Kota Ambon, Maluku. Selain mempertemukan pimpinan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dari seluruh Indonesia, forum ini akan membahas persoalan pendidikan nasional dan merumuskan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah.
Kesiapan tersebut disampaikan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unpatti, Izaak Hendrik Wenno, dalam konferensi pers di Ruang Rapat Lantai 3 Gedung Dekanat FKIP Unpatti, Selasa (13/10/2026). Konferensi pers itu turut dihadiri Ketua Panitia FORKOM FKIP Negeri Se-Indonesia 2026, Agust Ufie, serta jajaran pimpinan FKIP Unpatti.
Wenno menjelaskan, FORKOM merupakan wadah komunikasi pimpinan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang melibatkan dekan, wakil dekan, ketua jurusan, dan ketua program studi. Forum tersebut menjadi ruang pertukaran gagasan sekaligus penyusunan masukan akademik untuk mendukung perbaikan kebijakan pendidikan di tingkat nasional.
“Forum Komunikasi LPTK ini hadir sebenarnya bukan cuma sekadar satu perhimpunan atau gagasan untuk organisasi semata, tetapi memberikan kontribusi bagi pemerintah,” kata Wenno.
Menurut dia, FORKOM memiliki agenda strategis untuk membahas persoalan pendidikan dasar dan menengah serta pendidikan tinggi. Hasil pembahasan diharapkan dapat dirumuskan menjadi rekomendasi yang disampaikan kepada kementerian terkait sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan sistem pendidikan nasional.
Wenno menyebutkan, jaringan FKIP dan LPTK negeri yang tergabung dalam forum tersebut mencakup 34 institusi dari berbagai wilayah Indonesia. Dalam pertemuan mendatang, para pimpinan lembaga akan membahas sejumlah isu pendidikan sekaligus merumuskan gagasan yang relevan dengan kebutuhan peningkatan mutu pendidikan.
Ketua Panitia, Agust Ufie, mengatakan rangkaian kegiatan akan dimulai dengan acara penyambutan peserta pada 5 November di Gedung Presisi milik Polda Maluku. Pembukaan resmi dijadwalkan berlangsung pada 6 November di lokasi yang sama, dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi direncanakan membuka kegiatan tersebut.
Selain pertemuan pimpinan, panitia menyiapkan sejumlah agenda akademik dan kompetisi mahasiswa. Kegiatan itu meliputi debat Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, karya tulis ilmiah tingkat nasional dan internasional, media digital, video vlog kearifan lokal, serta microteaching internasional. Panitia menyebut sejumlah kategori telah memasuki tahap penilaian.
FORKOM FKIP Negeri Se-Indonesia 2026 mengusung tema “Baku Kele Toma Maju, Harmony in Diversity”. Tema tersebut mengangkat semangat kebersamaan dan keberagaman sebagai bagian dari upaya memperkuat komunikasi antarlembaga pendidikan. Panitia juga melibatkan sejumlah hotel di Kota Ambon untuk mengakomodasi peserta yang datang dari berbagai daerah.
Rangkaian kegiatan direncanakan berlanjut pada 7 November dengan kunjungan ke Hila dan acara penutupan di Hotel The Natsepa. Panitia memperkirakan jumlah peserta keseluruhan dapat mencapai sekitar 500 orang, sementara jumlah pendaftar yang disebutkan dalam konferensi pers telah mencapai sekitar 300 orang. Jumlah akhir peserta masih bergantung pada realisasi kehadiran.
Melalui penyelenggaraan FORKOM ini, FKIP Unpatti diharapkan menjadi ruang pertemuan akademik untuk memperkuat kerja sama antarlembaga pendidikan tenaga kependidikan. Pembahasan mengenai kebijakan nasional, karakteristik pendidikan daerah kepulauan, dan peningkatan mutu pembelajaran menjadi isu penting yang akan mengiringi agenda forum di Ambon.(BM31-01)







