Ambon,
| Universitas Pattimura (Unpatti) secara resmi menggelar Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) tahun akademik 2026/2027 pada 21-29 April 2026 dengan pendekatan desentralisasi lokasi ujian di sejumlah wilayah kepulauan di Maluku. Kebijakan ini bertujuan memperluas akses pendidikan tinggi bagi calon mahasiswa di daerah, dengan Ambon sebagai pusat utama dan sejumlah subpusat di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (Saumlaki), Kota Tual, Maluku Barat Daya, serta Kabupaten Kepulauan Aru (Dobo).
Rektor Universitas Pattimura, Fredy Leiwakabessy, secara resmi membuka pelaksanaan UTBK SNBT tersebut, menegaskan bahwa strategi penyebaran lokasi ujian merupakan langkah konkret untuk menjawab tantangan geografis Maluku sebagai wilayah kepulauan.
“Pelaksanaan UTBK tidak hanya terpusat di Ambon, tetapi juga menjangkau daerah-daerah lain agar peserta tidak harus menempuh perjalanan jauh dengan biaya besar,” kata Rektor Universitas Pattimura, Fredy Leiwakabessy.
Data pelaksanaan menunjukkan total 3.631 peserta mengikuti UTBK SNBT di bawah koordinasi Universitas Pattimura. Sebanyak 3.173 peserta mengikuti ujian di pusat UTBK Ambon yang digelar dalam dua sesi setiap hari, yakni pagi dan siang. Sementara itu, distribusi peserta di subpusat meliputi 97 peserta di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (Saumlaki), 244 peserta di Kota Tual, 38 peserta di Maluku Barat Daya, dan 79 peserta di Kabupaten Kepulauan Aru (Dobo).
Desentralisasi ini mencerminkan upaya sistematis dalam mengurangi kesenjangan akses pendidikan tinggi, terutama bagi calon mahasiswa dari wilayah terluar dan terpencil. Selama ini, keterbatasan transportasi dan tingginya biaya perjalanan menjadi hambatan utama bagi peserta dari daerah untuk mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi negeri.
Selain memperluas jangkauan layanan, Universitas Pattimura juga memastikan kesiapan infrastruktur dan sistem pelaksanaan ujian berbasis komputer. Seluruh lokasi, baik pusat maupun subpusat, telah dilengkapi fasilitas yang memadai guna menjamin kelancaran proses seleksi.
“Seluruh sarana dan prasarana telah dipersiapkan secara optimal untuk memastikan pelaksanaan ujian berjalan lancar, aman, dan memberikan kenyamanan bagi peserta,” kata Rektor Universitas Pattimura, Fredy Leiwakabessy.
Pemantauan di lapangan menunjukkan pelaksanaan UTBK berlangsung tertib dan tanpa kendala berarti. Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Universitas Pattimura di Ambon menjadi tulang punggung pelaksanaan ujian berbasis komputer, dengan dukungan sistem yang stabil dan terintegrasi.
Langkah desentralisasi ini tidak hanya berdampak pada efisiensi biaya dan waktu bagi peserta, tetapi juga berpotensi meningkatkan partisipasi masyarakat Maluku dalam seleksi nasional masuk perguruan tinggi. Dalam konteks yang lebih luas, kebijakan ini memperkuat prinsip keadilan akses pendidikan dan menjadi model adaptif bagi wilayah kepulauan lainnya di Indonesia.
Dengan pendekatan ini, Universitas Pattimura menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang responsif terhadap kondisi geografis dan kebutuhan masyarakat, sekaligus memperluas peluang generasi muda Maluku untuk mengakses pendidikan tinggi secara lebih inklusif. (BM31)







