BM31News
BM31News
BM31News
BM31News BM31News BM31News

Unpatti Perkuat Akuntabilitas dan Tata Kelola Lewat Raker 2026

Konsolidasi kebijakan dan tekanan kinerja menjadi fokus utama dalam mendorong Unpatti menuju universitas unggul dan berdaya saing global.

Ambon, | Rapat Kerja Pimpinan Universitas Pattimura Tahun Anggaran 2026 yang dibuka pada Kamis (9/4/2026), di Aula Rektorat Unpatti, menjadi momentum strategis untuk menegaskan akuntabilitas kinerja sekaligus mendorong transformasi kepemimpinan perguruan tinggi menuju standar global. Kegiatan ini dihadiri seluruh pimpinan di lingkungan universitas, dengan fokus pada evaluasi kinerja, penyusunan program kerja, serta penguatan tata kelola berbasis transparansi dan efisiensi.

Rektor Universitas Pattimura menempatkan rapat kerja ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan sebagai instrumen konsolidasi strategis untuk menyatukan arah kebijakan dan mempercepat capaian indikator kinerja utama (IKU). Dalam konteks persaingan global pendidikan tinggi, forum ini menjadi titik tekan untuk memastikan seluruh unit kerja bergerak dalam kerangka kinerja terukur dan akuntabel.

“Ini adalah momentum penting untuk kita berpikir bersama, bekerja bersama, dan mengkomunikasikan visi besar dalam membawa Unpatti menjadi universitas yang unggul dan berdaya saing global,” kata Rektor, Fredy Leiwakabessy.

Penegasan tersebut memperlihatkan bahwa arah kebijakan universitas tidak lagi berfokus semata pada rutinitas akademik, melainkan pada integrasi antara capaian akademik, tata kelola kelembagaan, dan dampak nyata bagi masyarakat. Dalam paparannya, Rektor menggarisbawahi empat fokus utama, yaitu evaluasi kinerja tahun sebelumnya, penyusunan program kerja tahun berjalan, perencanaan strategis jangka menengah, serta penguatan inovasi berkelanjutan.

Lebih jauh, Rektor menyoroti perlunya perubahan paradigma kepemimpinan di lingkungan perguruan tinggi. Pimpinan unit tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga harus memiliki kapasitas manajerial yang kuat dalam mengelola organisasi secara profesional, efisien, dan berorientasi hasil.

“Kontrak kinerja yang telah ditandatangani bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi wujud tanggung jawab dan komitmen bersama untuk memajukan universitas,” kata Rektor, Fredy Leiwakabessy.

Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal tegas bahwa setiap program dan penggunaan anggaran harus dapat dipertanggungjawabkan secara terukur. Akuntabilitas tidak hanya dilihat dari realisasi kegiatan, tetapi juga dari dampak yang dihasilkan terhadap peningkatan kualitas institusi.

Dalam kerangka tersebut, prinsip transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan efektivitas menjadi fondasi utama. Penerapan prinsip-prinsip ini dipandang krusial untuk mendorong pencapaian akreditasi unggul, baik di tingkat program studi maupun institusi, serta memperkuat langkah menuju internasionalisasi.

Secara situasional, langkah ini mencerminkan tekanan yang semakin kuat terhadap perguruan tinggi untuk bertransformasi di tengah dinamika global. Perguruan tinggi tidak lagi dapat bertahan dengan pola pengelolaan konvensional, melainkan harus mengadopsi pendekatan berbasis kinerja, inovasi, dan tata kelola modern.

Bagi Universitas Pattimura yang akan memasuki usia ke-63, rapat kerja ini juga menjadi bagian dari proses konsolidasi kelembagaan dalam memperkuat peran sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan dalam menjawab kebutuhan pembangunan daerah dan nasional.

Dengan demikian, Rapat Kerja Unpatti 2026 tidak hanya menghasilkan rumusan program kerja, tetapi juga menegaskan arah transformasi institusi dari sekadar penyelenggara pendidikan menjadi organisasi berbasis kinerja yang adaptif, profesional, dan kompetitif di tingkat global. (BM31)


Dapatkan berita terbaru dari BM31News.com langsung di ponsel Anda! Klik untuk bergabung di Channel WhatsApp dan Telegram kami sekarang juga.

BM31NEWS

@bm31news.com

Ikuti akun resmi BM31NEWS di TikTok

Follow