Hitu-Malteng,
| Di tengah situasi pascakonflik sosial yang masih menyisakan ketegangan antara masyarakat Negeri Hitu Messing dan Negeri Morela di wilayah Tanah Hitu, Bupati Kabupaten Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, memilih menempuh pendekatan dialog sebagai langkah utama meredam situasi dan membangun kembali hubungan sosial masyarakat.
Upaya tersebut dilakukan setelah Bupati menjenguk para korban luka yang tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Ambon dan RSUP Leimena, Jumat (6/2/2026). Seusai kunjungan tersebut, Bupati langsung bertolak menuju Tanah Hitu untuk menemui para pihak yang terlibat dalam konflik.
Di Negeri Hitu Messing dan Morela, Bupati melakukan pertemuan dengan para raja negeri, tokoh agama, tokoh adat, serta unsur pemuda dari kedua wilayah. Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog terbuka untuk mendengar langsung pandangan masyarakat sekaligus menelusuri akar persoalan yang memicu bentrokan antarwarga.
Pendekatan yang ditempuh Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah itu menegaskan bahwa penyelesaian konflik tidak hanya bertumpu pada aspek keamanan, tetapi juga pada upaya merawat relasi sosial yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat Maluku.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati menegaskan bahwa perdamaian hanya dapat tercapai apabila semua pihak bersedia membuka ruang komunikasi, saling mendengar, serta menahan diri dari tindakan yang berpotensi memperkeruh keadaan.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar melalui media sosial maupun pesan berantai. Stabilitas dan keamanan wilayah, kata dia, harus dijaga bersama oleh seluruh elemen masyarakat.
Selain itu, Bupati meminta kedua belah pihak untuk menahan emosi, mengedepankan nilai persaudaraan, serta memulihkan kembali hubungan sosial yang sempat terganggu akibat konflik.
Kehadiran langsung kepala daerah di tengah masyarakat dinilai sebagai bagian dari upaya membangun pemulihan sosial secara menyeluruh. Melalui pendekatan dialog yang melibatkan tokoh-tokoh lokal, pemerintah berharap tercipta suasana yang lebih kondusif dan berkelanjutan di wilayah Tanah Hitu.
Langkah tersebut sekaligus menjadi pijakan awal bagi penguatan perdamaian antara masyarakat Hitu Messing dan Morela, sehingga stabilitas sosial di Kabupaten Maluku Tengah dapat kembali terjaga. (BM31-02)







