Ambon,
| Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pattimura menegaskan kembali komitmennya terhadap peningkatan mutu pendidikan di Maluku melalui perayaan Dies Natalis ke-64 yang digelar di Student Center Unpatti, Rabu (10/9/2025). Dengan mengusung tema “FKIP Ceria, Berkarya, dan Berdampak: Mari Kalesang Wujudkan Pendidikan Bermutu”, momentum ini menjadi ajang refleksi dan konsolidasi peran FKIP sebagai pilar utama pembangunan sumber daya manusia di daerah kepulauan.
Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Pattimura, Dominggus Malle menegaskan bahwa FKIP merupakan fakultas tertua di Unpatti sekaligus cikal bakal berdirinya universitas tersebut. Ia menyoroti perjalanan panjang FKIP dalam menghadapi tantangan sosial, budaya, dan geografis yang khas Maluku.
“Di usia ke-64, FKIP telah melalui perjalanan panjang dengan berbagai tantangan sosiologis, antropologis, geografis, maupun politis. Namun, FKIP tetap menjadi tulang punggung pengembangan kualitas sumber daya manusia di Maluku,” kata Wakil Rektor Bidang Akademik, Dominggus Malle.
Dalam sambutannya, Prof. Malle menyoroti persoalan mendasar pendidikan di Maluku, yaitu ketimpangan distribusi tenaga pendidik. Menurutnya, kota Ambon mengalami kelebihan guru, sementara di kabupaten-kabupaten lain masih terjadi kekurangan signifikan, khususnya pada bidang keilmuan tertentu.
“Bahkan ada sekolah yang tidak memiliki guru kimia, tetapi tetap menuntut siswanya mempelajari mata pelajaran tersebut. Ini kondisi yang harus segera dibenahi,” tegasnya.
Ia menekankan perlunya intervensi kebijakan yang lebih proporsional dan berbasis kebutuhan daerah agar pemerataan kualitas pendidikan dapat terwujud.
Prof. Malle juga mengapresiasi kemajuan signifikan FKIP dalam bidang akademik. Sebagian besar program studi telah naik peringkat dari Baik menjadi Baik Sekali, dan ia mendorong agar ada yang segera mencapai peringkat Unggul sebagai simbol pencapaian mutu institusional.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya peningkatan kapasitas dosen baik melalui jenjang pendidikan maupun publikasi ilmiah, termasuk sinergi antara dosen senior dan dosen muda untuk mempercepat kemajuan akademik di lingkungan FKIP.
“Seluruh pendanaan penelitian dan pengabdian kini berbasis merit dan kualitas. Siapa yang memiliki proposal terbaik, dialah yang berhak mendapatkan pendanaan,” jelas Dominggus, menekankan transparansi sistem riset di bawah koordinasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM).
Sementara itu, Dekan FKIP Universitas Pattimura, Izaak H. Wenno menegaskan bahwa usia ke-64 menjadi fase penting untuk memperkuat integritas kelembagaan dan memperbarui relevansi akademik dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21.
Dengan 294 dosen, 104 pegawai, serta lebih dari 6.000 mahasiswa aktif, FKIP dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi pusat unggulan dalam pencetak tenaga pendidik di kawasan Timur Indonesia.
“FKIP Universitas Pattimura harus terus menjadi fakultas yang cerdas, edukatif, religius, berintegritas, dan amanah, sehingga mampu melahirkan generasi pendidik berkarakter dan berkualitas,” kata Dekan FKIP, Izaak Wenno.
Ia juga mengajak seluruh sivitas akademika dan alumni untuk menjaga semangat kolaboratif dan inovatif dalam memperluas kontribusi FKIP terhadap kemajuan pendidikan di Maluku.
Perayaan Dies Natalis ke-64 FKIP Unpatti bukan sekadar seremoni, melainkan momentum strategis untuk memperkuat arah kebijakan fakultas di masa depan. Kehadiran seluruh civitas akademika, alumni, dan mitra kerja menandai konsolidasi komitmen bersama dalam “kalesang pendidikan” semangat lokal Maluku untuk menjaga dan membenahi mutu pendidikan.
Melalui tema “FKIP Ceria, Berkarya, dan Berdampak”, fakultas tertua di Universitas Pattimura ini menegaskan tekadnya untuk terus berinovasi, melayani masyarakat, dan memperkuat peran strategisnya dalam membangun sumber daya manusia Maluku yang unggul dan berdaya saing global. (BM31)




