BM31News
BM31News
BM31News
BM31News BM31News BM31News

GAMKI Maluku Imbau Warga Ambon Tidak Panic Buying Terkait Isu Kelangkaan dan Kenaikan Harga BBM

Pertemuan GAMKI Maluku dan Pertamina Wayame bahas antrean BBM dan isu kelangkaan di Ambon

Ambon, | Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Maluku melakukan pertemuan dengan Manajer Integrated Pertamina Terminal Wayame, Novi Prasetyo, di Ambon, guna membahas isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), lonjakan harga, dan antrean panjang di sejumlah SPBU yang terjadi selama dua hari terakhir. Pertemuan ini bertujuan mencari solusi atas kepadatan distribusi BBM yang memicu keresahan masyarakat, sekaligus memastikan ketersediaan stok tetap aman di wilayah Maluku.

Pertemuan yang berlangsung pada Selasa (31/3/2026) di ruang kerja Manajer Integrated Terminal Wayame tersebut dihadiri langsung oleh Ketua DPD GAMKI Maluku, Samuel Ritiauw, dan Sekretaris DPD GAMKI Maluku, Fransina Latumahina. Agenda utama diskusi berfokus pada meningkatnya antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Ambon yang dipicu oleh kekhawatiran masyarakat terhadap isu kelangkaan dan kenaikan harga BBM.

Fenomena antrean panjang yang terjadi dalam dua hari terakhir dinilai tidak semata-mata disebabkan oleh gangguan distribusi, melainkan dipengaruhi oleh meningkatnya kepanikan publik (panic buying). Situasi ini diperparah oleh beredarnya informasi yang mengaitkan ketersediaan BBM di daerah dengan dinamika konflik global, khususnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

BM31News
Pertemuan Pengurus DPD GAMKI Maluku dengan Manajer Integrated Pertamina Terminal Wayame membahas isu kelangkaan BBM di Kota Ambon.

Ketua DPD GAMKI Maluku menilai bahwa isu tersebut telah berdampak langsung pada stabilitas sosial dan aktivitas ekonomi masyarakat di Ambon.

“Isu kelangkaan BBM serta isu akan naiknya harga minyak berdampak langsung pada mobilitas warga, termasuk sektor ekonomi dan pelayanan publik,” kata Ketua DPD GAMKI Maluku, Samuel Patra Ritiauw.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menggunakan BBM secara bijak sesuai kebutuhan, guna menghindari tekanan berlebih terhadap distribusi energi di daerah.

“Kami siap menjadi mitra kritis sekaligus konstruktif untuk memastikan distribusi BBM ini tidak disalahgunakan, serta benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Ketua DPD GAMKI Maluku, Samuel Patra Ritiauw.

Sementara itu, Sekretaris DPD GAMKI Maluku menekankan pentingnya peran Pertamina Patra Niaga dalam menjaga stabilitas distribusi BBM dari Integrated Terminal Wayame, yang tidak hanya melayani Kota Ambon tetapi juga wilayah Maluku hingga Papua.

“Situasi ini dipicu oleh panic buying akibat beragam isu, termasuk kekhawatiran dampak konflik global terhadap ketersediaan BBM di daerah,” kata Sekretaris DPD GAMKI Maluku, Fransina Latumahina.

Ia meminta agar distribusi BBM terus dioptimalkan guna menjamin layanan kepada masyarakat tetap berjalan tanpa hambatan.

Menanggapi hal tersebut, pihak Pertamina melalui Manajer Integrated Terminal Wayame menegaskan bahwa tidak terjadi kelangkaan BBM di wilayah Maluku dan stok dalam kondisi aman. Ia juga memastikan bahwa isu yang mengaitkan kondisi global dengan ketersediaan BBM di Maluku tidak berdasar.

“Tidak ada kelangkaan BBM di Maluku dan tidak ada kaitannya dengan konflik di Timur Tengah terhadap ketersediaan BBM di wilayah ini,” kata Manajer Integrated Pertamina Terminal Wayame, Novi Prasetyo.

Lebih lanjut, Pertamina memastikan bahwa langkah percepatan distribusi terus dilakukan, termasuk peningkatan frekuensi pengiriman BBM dari terminal ke SPBU serta penguatan pengawasan distribusi untuk mencegah penimbunan dan penyalahgunaan.

“Distribusi terus kami percepat dengan menambah frekuensi pengiriman ke SPBU, serta memperketat pengawasan untuk memastikan penyaluran tepat sasaran,” kata Manajer Integrated Pertamina Terminal Wayame, Novi Prasetyo.

DPD GAMKI Maluku dalam kesempatan tersebut juga mendorong adanya kolaborasi pengawasan antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat guna memastikan distribusi BBM berjalan adil dan merata. Langkah ini dinilai penting untuk meredam spekulasi dan mencegah terjadinya disinformasi yang dapat memperburuk situasi di lapangan.

Hingga saat ini, antrean panjang masih terlihat di sejumlah SPBU di Kota Ambon. Namun, dengan langkah percepatan distribusi dan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan, kondisi diharapkan akan berangsur normal dalam beberapa hari ke depan. (BM31)


Dapatkan berita terbaru dari BM31News.com langsung di ponsel Anda! Klik untuk bergabung di Channel WhatsApp dan Telegram kami sekarang juga.

BM31NEWS

@bm31news.com

Ikuti akun resmi BM31NEWS di TikTok

Follow