Ambon,
| Komitmen memperkuat ketahanan keluarga di Maluku kembali ditegaskan melalui sinergi strategis antara Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku dan Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku. Hal ini diwujudkan dalam Rapat Kerja Sama Penguatan Program Bangga Kencana dan Quick Wins yang digelar pada Senin (4/8/2025) di Ruang Arumbai Kencana, Kota Ambon.
Rapat penting ini dipimpin oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, dr. Mauliwaty Bulo, M.Si., dan Ketua TP PKK Provinsi Maluku, Ny. Maya Baby Lewerissa. Pertemuan tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus dari kedua lembaga dan tim teknis lintas sektor, dengan fokus utama mengintegrasikan program nasional ke dalam konteks lokal Maluku secara lebih efektif dan berdampak.
Rapat kerja ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan pelaksanaan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) yang diemban BKKBN dengan peran pemberdayaan keluarga oleh TP PKK. Kedua institusi sepakat mendorong percepatan penurunan stunting, penguatan ketahanan keluarga, dan pembinaan lintas siklus kehidupan mulai dari remaja hingga lansia.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Ibu Ketua TP PKK yang juga merupakan Bunda GenRe Provinsi Maluku. Pertemuan ini menjadi ruang sinergi yang bermakna, tempat kita menyelaraskan program agar benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” kata dr. Mauliwaty Bulo.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan program Bangga Kencana bergantung pada kesinambungan intervensi sejak dini dan partisipasi lintas sektor, termasuk TP PKK, dinas teknis, dan masyarakat sipil.
Ketua TP PKK Provinsi Maluku, Ny. Maya Baby Lewerissa, menegaskan pentingnya kerja kolektif dalam membangun keluarga yang tangguh. Ia menyebut isu keluarga sebagai urusan lintas sektor yang menuntut kolaborasi nyata antarorganisasi perangkat daerah.
“Pembangunan keluarga adalah pondasi. Hari ini kita membicarakan anak, remaja, hingga lansia dalam satu bingkai besar: keluarga. TP PKK sangat mendukung program BKKBN,” ujar Ny. Maya Baby Lewerissa.
Ia juga mendorong keterlibatan OPD yang berkaitan langsung dengan pemberdayaan keluarga untuk memperkuat implementasi program Quick Win.
“Saya juga membawa perwakilan dari OPD yang berkaitan langsung dengan keluarga. Karena kita tahu, keluarga yang sehat dan sejahtera selalu melibatkan banyak sektor. Mari kita bergerak bersama,” lanjutnya.
Dalam pertemuan ini, dibahas lima program Quick Win BKKBN yang akan dijalankan bersama TP PKK Provinsi Maluku dan sejumlah OPD terkait, yaitu:
- GenRe Goes to School & Campus
- Virtual Meeting Bunda GenRe se-Maluku
- Intervensi Tablet Tambah Darah bagi Remaja Putri (bersama Dinas Kesehatan)
- Launching Sekolah Lansia (bersama Dinas Sosial)
- Roadshow Edukasi Stunting (bersama Dinas Perpustakaan)
- Penguatan UPPKA (bersama Pokja II TP PKK)
Selain itu, program pemberdayaan ekonomi keluarga melalui penguatan UPPKA (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor) turut menjadi fokus bersama Pokja II TP PKK.
Program GenRe (Generasi Berencana) menjadi sorotan utama sebagai investasi jangka panjang untuk mencetak generasi muda yang sehat, produktif, dan berdaya saing.
Dalam sesi penutup, BKKBN menekankan pentingnya pelibatan TP PKK dalam forum TPPS (Tim Percepatan Penurunan Stunting) tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Akses dan keterbukaan data antara lembaga juga disebut menjadi kunci efektivitas pemantauan dan evaluasi program.
BKKBN juga menyerukan pelibatan media massa dalam mendukung penyebaran informasi dan edukasi masyarakat secara masif.
“Media memegang peranan penting dalam mendiseminasikan informasi yang benar dan membangun kesadaran publik. Dukungan media akan mempercepat perubahan perilaku dan partisipasi masyarakat,” tambah dr. Mauliwaty.
Provinsi Maluku dengan karakter kepulauan menghadapi tantangan geografis dan sosial yang kompleks dalam pembangunan keluarga. Angka stunting yang masih fluktuatif dan keterbatasan akses pelayanan dasar menjadi alasan utama mengapa kolaborasi lintas lembaga mutlak diperlukan.
Rapat kerja ini mencerminkan respons cepat pemerintah daerah terhadap kebijakan nasional, dengan pendekatan yang adaptif terhadap kondisi lokal. Keterpaduan program Bangga Kencana dan pemberdayaan keluarga oleh TP PKK diharapkan dapat menciptakan ekosistem keluarga Maluku yang sehat, produktif, dan tangguh secara sosial maupun ekonomi. (BM31)




