BM31News
BM31News
BM31News
BM31News BM31News BM31News

ABK Kapal Pencari Telur Ikan Tewas Terjatuh di Perairan Aru, Operasi SAR Dinyatakan Selesai

Operasi SAR di Kepulauan Aru ditutup setelah ABK kapal motor pencari telur ikan ditemukan meninggal dunia.

Dobo, – Seorang anak buah kapal (ABK) pencari telur ikan bernama Faisal (21) ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh ke laut di Perairan Tabarfane, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku. Insiden tragis ini terjadi pada Selasa (29/7/2025) sekitar pukul 10.30 WIT dan dilaporkan oleh keluarga korban kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Ambon pada pukul 14.50 WIT. Korban berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam kondisi tak bernyawa pada pukul 17.43 WIT di koordinat sekitar 6,54 nautical mile dari titik awal jatuhnya korban.

Pencarian korban dilakukan oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari personel Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Ambon Unit Siaga SAR Dobo, BPBD, Polres Kepulauan Aru, dan warga sekitar. Operasi berlangsung selama kurang dari tiga jam sebelum korban ditemukan dan dievakuasi ke Pelabuhan Dobo.

“Setelah menerima laporan dari pihak keluarga korban pada pukul 14.50 WIT, tim rescue Unit Siaga SAR Dobo segera diberangkatkan menggunakan RIB menuju lokasi kejadian,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Ambon, Muhamad Arafah dalam rilisnya yang diterima BM31News.

Korban teridentifikasi bernama Faisal, laki-laki berusia 21 tahun, yang diketahui merupakan ABK dari kapal motor pencari telur ikan. Ia dilaporkan terjatuh dari kapal saat melakukan aktivitas pencarian telur ikan di sekitar Perairan Tabarfane. Upaya pencarian awal sempat dilakukan oleh keluarga korban, namun tidak membuahkan hasil hingga akhirnya melibatkan tim SAR.

“Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia pada koordinat 06° 4’1.34″S – 133°49’50.89″E, sekitar 6,54 nautical mile arah barat laut dari titik jatuhnya korban,” jelas Arafah.

Evakuasi dilakukan dengan menggunakan peralatan SAR berupa dua unit Rigid Inflatable Boat (RIB) 9,5 meter, satu unit Rescue Car, serta lima kapal motor milik nelayan setempat. Total personel yang terlibat dalam operasi ini berjumlah 30 orang, terdiri atas tiga personel SAR, satu personel BPBD, satu personel Polres, dan 25 warga.

Kondisi cuaca saat operasi berlangsung relatif mendukung, dengan langit berawan, angin bertiup dari tenggara hingga timur dengan kecepatan 9-21 knot, dan tinggi gelombang berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter. Namun demikian, kendala teknis seperti gangguan jaringan komunikasi menjadi hambatan dalam koordinasi di lapangan.

Setibanya di Pelabuhan Dobo pukul 18.28 WIT, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman. Selanjutnya, operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan ditutup pada pukul 18.50 WIT. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing.

Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya penerapan standar keselamatan kerja di sektor perikanan dan kelautan, khususnya bagi nelayan dan ABK kapal kecil yang bekerja di wilayah perairan terbuka. (BM31-JP)


Dapatkan berita terbaru dari BM31News.com langsung di ponsel Anda! Klik untuk bergabung di Channel WhatsApp dan Telegram kami sekarang juga.

BM31NEWS

@bm31news.com

Ikuti akun resmi BM31NEWS di TikTok

Follow