BM31News
BM31News

Unpatti Pacu 18 Program Studi Menuju Akreditasi Internasional sebagai Langkah Nyata Mewujudkan World Class University

Rektor menegaskan internasionalisasi menjadi langkah strategis meningkatkan mutu pendidikan, riset, dan daya saing lulusan Universitas Pattimura.

Ambon, | Universitas Pattimura (Unpatti) mempercepat langkah menuju World Class University dengan menargetkan 18 program studi (prodi) mengikuti proses akreditasi internasional pada 2026. Komitmen tersebut ditegaskan Rektor Unpatti, Fredy Leiwakabessy, usai pelaksanaan Wisuda Periode Juli 2026 di Auditorium Universitas Pattimura, Ambon, Rabu (29/7/2026), sebagai bagian dari strategi meningkatkan daya saing pendidikan tinggi di tingkat global.

Menurut Rektor, internasionalisasi bukan sekadar mengejar pengakuan lembaga pemeringkat dunia, melainkan upaya sistematis untuk meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, tata kelola perguruan tinggi, serta daya saing lulusan. Karena itu, seluruh unsur pimpinan universitas hingga tingkat fakultas dan program studi didorong bekerja secara terintegrasi agar target tersebut dapat tercapai.

“Seorang pemimpin harus memiliki visi besar, tetapi visi itu harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata. Dengan kolaborasi yang kuat, saya yakin target World Class University bisa tercapai,” kata Rektor Universitas Pattimura, Fredy Leiwakabessy.

Sebagai implementasi dari visi tersebut, Unpatti menjadwalkan pengunggahan dokumen akreditasi internasional pada September 2026, kemudian dilanjutkan dengan asesmen lapangan mulai Oktober 2026. Dari total 18 prodi yang dipersiapkan, lima berasal dari Fakultas Perikanan pada bidang sains dan teknologi, sedangkan 13 lainnya berasal dari rumpun ilmu sosial dan humaniora, termasuk Fakultas Hukum, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta sejumlah program studi lainnya.

Komitmen tersebut diperkuat dengan berbagai capaian strategis yang telah dibangun sepanjang 2026. Universitas Pattimura mencatat peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), perluasan kemitraan dengan dunia industri, peningkatan publikasi ilmiah internasional, penguatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta kontribusi dosen dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Dalam aspek akademik, Unpatti juga terus memperkuat mutu pendidikan melalui peningkatan akreditasi. Saat ini universitas tersebut memiliki 17 program studi berakreditasi Unggul, 18 program studi yang sedang menuju akreditasi internasional, serta 115 program studi yang tersebar di berbagai fakultas. Pengembangan itu didukung lebih dari seribu dosen, termasuk puluhan guru besar dan ratusan dosen bergelar doktor maupun magister.

“Menjadi universitas berkelas dunia bukan semata-mata mengejar peringkat internasional, tetapi meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan tata kelola perguruan tinggi yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional,” kata Rektor, Fredy Leiwakabessy.

Komitmen internasionalisasi tersebut disampaikan bertepatan dengan prosesi Wisuda Periode Juli 2026 yang mengukuhkan 1.036 lulusan dari jenjang sarjana, profesi, magister, dan doktor. Momentum wisuda dimanfaatkan Unpatti untuk menegaskan bahwa transformasi kelembagaan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas lulusan agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Melalui percepatan akreditasi internasional, penguatan kolaborasi, serta peningkatan mutu akademik secara berkelanjutan, Universitas Pattimura menegaskan arah kebijakan pengembangan institusi menuju perguruan tinggi berdaya saing global. Strategi tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat reputasi Unpatti, tetapi juga memperluas kontribusinya dalam menghasilkan sumber daya manusia unggul bagi Maluku, Indonesia, dan komunitas internasional.(BM31-01)