BM31News
BM31News
BM31News

Unpatti Lepas Ribuan Mahasiswa KKN, Malle: “Mahasiswa Harus Jadi Agen Perdamaian di Tengah Masyarakat”

Unpatti menegaskan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perdamaian dalam pelaksanaan KKN 2025.

Ambon, | Universitas Pattimura (Unpatti) resmi melepas 2.074 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang I Angkatan LII Tahun Akademik 2025/2026, pada Kamis (2/10/2025) di Gedung Lab Terpadu Pendukung Blok Masela, Ambon. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi kampus negeri terbesar di Maluku dalam meneguhkan komitmen pengabdian mahasiswa terhadap masyarakat, dengan fokus utama pada pembangunan kohesi sosial dan pencegahan konflik berbasis komunitas.

Dalam arahannya, Wakil Rektor Bidang Akademik Unpatti, Dominggus Malle menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perdamaian yang mampu mengedukasi masyarakat di tengah meningkatnya potensi gesekan sosial. Menurutnya, dinamika sosial di Maluku membutuhkan pendekatan yang bijak dan berbasis intelektual agar tidak mudah terprovokasi oleh perbedaan kecil, termasuk di ruang digital.

“Kalau dulu kita sering mengatakan mulutmu harimaumu, sekarang justru jarimu harimaumu. Satu ketikan di media sosial bisa memicu salah paham yang berujung pada konflik,” kata Wakil Rektor Bidang Akademik, Dominggus Malle.

Malle menegaskan, mahasiswa Unpatti harus menjadi teladan dalam menjaga harmoni sosial, mengedepankan empati, dan menebarkan nilai solidaritas di tengah masyarakat yang majemuk. Ia juga menyoroti pentingnya literasi digital agar mahasiswa mampu menggunakan media sosial sebagai sarana edukatif, bukan pemicu konflik.

“Mahasiswa Universitas Pattimura harus tampil sebagai agen perdamaian, sekaligus motor literasi digital, agar dapat membimbing masyarakat menghadapi perubahan sosial di era teknologi,” ujar Malle.

Sementara itu, Ketua Tim Mata Kuliah KKN Unpatti, Samuel Patra Ritiauw dalam laporannya menjelaskan bahwa pelaksanaan KKN tahun ini mengusung tema “Peningkatan Kohesi Sosial dan Perjalanan Sportif Berbasis Komunitas di Provinsi Maluku.” Tema tersebut dipilih dengan mempertimbangkan tantangan sosial yang dihadapi masyarakat Maluku pasca-pandemi dan dinamika politik daerah.

Ritiauw menjelaskan, program kerja mahasiswa dibagi menjadi tiga kategori, yakni program prioritas sesuai tema, program bidang ilmu sesuai kompetensi akademik, dan program pendukung berdasarkan kebutuhan masyarakat. Selain itu, ia juga memperkenalkan inovasi berupa SIB-KKN, aplikasi digital yang digunakan untuk administrasi dan pelaporan kegiatan secara daring.

Kegiatan pelepasan mahasiswa KKN ditutup dengan sesi pembekalan materi oleh sejumlah akademisi dan pakar sosial yang menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam memperkuat ketahanan sosial dan membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap potensi konflik.

Langkah Unpatti mengusung tema kohesi sosial menandai pergeseran paradigma KKN dari sekadar kewajiban akademik menjadi strategi pembangunan sosial berbasis ilmu pengetahuan. Mahasiswa diharapkan tidak hanya hadir sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai penggerak perubahan sosial. Ke depan, model KKN Unpatti ini dapat menjadi contoh nasional bagi program pengabdian masyarakat di daerah dengan kerentanan sosial tinggi. (BM31)


Dapatkan berita terbaru dari BM31News.com langsung di ponsel Anda! Klik untuk bergabung di Channel WhatsApp dan Telegram kami sekarang juga.

BM31NEWS

@bm31news.com

Ikuti akun resmi BM31NEWS di TikTok

Follow

Hak Cipta BM31News. Dilindungi undang-undang.

error: Konten Dilindungi !