BM31News
BM31News
BM31News
BM31News BM31News BM31News BM31News BM31News

Unpatti Dorong Ketahanan Pangan Berkelanjutan Lewat Kolaborasi Akademisi dan Pemerintah

Seminar Nasional di Universitas Pattimura bahas strategi nasional dan peran akademisi dalam membangun ketahanan pangan berkelanjutan di Indonesia.

Ambon, | Fakultas Pertanian Universitas Pattimura (Unpatti) menggelar Seminar Nasional Komunikasi Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat bertema “Perencanaan Nasional untuk Mencapai Ketahanan Pangan Indonesia Berkelanjutan: Peran, Komunikasi Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat”, Sabtu (18/10/2025) di Aula Lantai IV Gedung Laboratorium Terpadu Pendukung Blok Marsela, Ambon. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kontribusi akademisi dan praktisi dalam membangun sistem pangan yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan di Indonesia.

Wakil Rektor Bidang Akademik Unpatti, Dominggus Malle dalam sambutannya menegaskan pentingnya forum ilmiah ini sebagai ruang strategis untuk merancang arah pembangunan nasional yang berkelanjutan, khususnya dalam sektor ketahanan pangan.

“Ketahanan pangan merupakan kondisi di mana bangsa mampu mengatasi persoalan ketersediaan dan distribusi pangan, baik dari lingkup lokal maupun nasional,” kata Malle.

Menurutnya, Indonesia tidak dapat terus bergantung pada beras sebagai satu-satunya bahan pangan utama. Ia menilai kekayaan pangan lokal seperti sagu, umbi-umbian, dan hasil laut di Maluku adalah sumber daya potensial yang sudah lama menopang kehidupan masyarakat.

Malle juga menyoroti perubahan pola konsumsi masyarakat modern yang mulai meninggalkan pangan lokal, terutama di kalangan generasi muda. “Generasi sekarang banyak yang sudah tidak mengenal papeda atau singkong rebus. Ini menjadi tantangan besar bagi kita untuk mengembalikan kebanggaan terhadap pangan lokal,” tegasnya.

Ia menambahkan, Provinsi Maluku memiliki potensi lahan luas seperti di Pulau Seram yang bisa dikembangkan untuk ketahanan pangan, namun sebagian wilayah tersebut masuk kawasan lindung. Karena itu, perencanaan yang tepat dan berwawasan lingkungan menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan sumber daya alam.

“Kita memiliki sumber daya yang besar, tinggal bagaimana sumber daya manusia kita mampu mengelola dan memanfaatkannya dengan bijak,” tutupnya.

Mewakili Pemerintah Provinsi Maluku, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Sadali Ie menegaskan bahwa tema seminar ini sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk mendorong kemandirian pangan lokal.

“Kebijakan nasional selama ini masih berfokus pada peningkatan ketersediaan, distribusi, dan konsumsi pangan berbasis beras. Padahal, untuk mengurangi ketergantungan tersebut, pemerintah telah menetapkan kebijakan percepatan diversifikasi pangan melalui hilirisasi dan industrialisasi,” jelas Sadali Ie.

Ia menekankan bahwa ketahanan pangan berkelanjutan tidak bisa dicapai hanya oleh pemerintah. Perlu sinergi antara dunia akademik, masyarakat, dan sektor swasta untuk membangun sistem pangan nasional yang tangguh.

“Ketahanan pangan berkelanjutan membutuhkan kolaborasi lintas sektor serta keterlibatan dunia akademik untuk memberikan gagasan konstruktif bagi pembangunan pertanian,” tambahnya. BM31News

Foto bersama setelah Kegiatan Seminar Nasional. (Foto: Humas Unpatti)

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Asosiasi Program Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan Masyarakat Indonesia (APP-KPMI), Hery Bachrizal Tanjung menyampaikan apresiasi atas komitmen Unpatti sebagai tuan rumah kegiatan nasional ini. Ia berharap agar Unpatti dapat terus memperluas perannya dalam pengembangan ilmu komunikasi pembangunan.

“Kami berharap ke depan Universitas Pattimura tidak hanya memiliki program studi penyuluhan pertanian di tingkat sarjana, tetapi juga dapat membuka program magister bahkan doktor penyuluhan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Hery.

Ia menjelaskan, APP-KPMI menaungi lebih dari 50 program studi di seluruh Indonesia yang berfokus pada penyuluhan dan komunikasi pembangunan. Karena itu, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat jaringan akademik dalam mendukung agenda nasional ketahanan pangan.

Kegiatan seminar nasional tersebut turut dihadiri oleh berbagai narasumber lintas sektor, antara lain Kepala Bappenas RI, Rachmat Pambudy, Direktur PT East-West Seed Indonesia, Novemy Adrian serta Kepala Badan PPSDM Kementan RI yang diwakili Direktur Polbangtan Gowa, Detia Tri Yunandar.

Melalui berbagai paparan dan diskusi ilmiah, para peserta menyepakati pentingnya memperkuat riset, inovasi, dan komunikasi pembangunan dalam mempercepat pencapaian ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan dan berkeadilan. (BM31)


Dapatkan berita terbaru dari BM31News.com langsung di ponsel Anda! Klik untuk bergabung di Channel WhatsApp dan Telegram kami sekarang juga.

error: Konten Dilindungi !