BM31News
BM31News
BM31News

Universitas Pattimura Tuan Rumah Konferensi Internasional BIPA CMIP 2025

Universitas Pattimura bersama Cornell University dan mitra internasional gelar konferensi internasional BIPA, perkuat studi Bahasa Indonesia di dunia.

Ambon, | Universitas Pattimura menjadi pusat perhatian akademisi internasional setelah resmi menjadi tuan rumah The Cornell Modern Indonesia Project’s (CMIP) 7th State of the Field Conference, sebuah konferensi prestisius yang menyoroti pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Kegiatan ini berlangsung pada 14-16 Agustus 2025 di Aula Rektorat Lantai II Universitas Pattimura, Ambon, dengan menghadirkan puluhan pakar dan peneliti dari berbagai negara.

Konferensi bertema “Pedagogi Bahasa Indonesia sebagai Gerbang: Perspektif, Pendekatan, dan Sasaran dalam Mendukung Studi Bahasa Indonesia di Seluruh Dunia” diselenggarakan melalui kerja sama antara Universitas Pattimura, Cornell Modern Indonesia Project (CMIP) dari Cornell University, American Institute for Indonesian Studies (AIFIS), Dewan Studi Asia Tenggara (SEAP), serta Yale Consortium for the Teaching of Indonesian.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Universitas Pattimura, Rusland H. S. Tawari, menegaskan bahwa tema konferensi ini sangat relevan dengan peran strategis Universitas Pattimura dalam pengembangan program BIPA di kawasan timur Indonesia.

“Program BIPA tidak hanya terbatas pada pengajaran bahasa, tetapi juga mencakup pengenalan kearifan lokal, seni, dan tradisi masyarakat Maluku. Dengan demikian, kebudayaan Maluku bukan hanya dikenal di tingkat nasional, melainkan juga mendapat tempat di kancah internasional,” kata Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, Rusland H. S. Tawari.

Menurutnya, forum ini tidak hanya menjadi ajang diskusi akademis, tetapi juga peluang memperkuat kolaborasi lintas institusi, baik di tingkat nasional maupun global. Ia menekankan pentingnya memperluas jejaring kerja sama akademik yang dapat memperkuat posisi Bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional.

Pada kesempatan yang sama, pengajar Bahasa Indonesia di Cornell University, Jolanda Mendaun, menggarisbawahi nilai strategis konferensi ini bagi masa depan pengajaran BIPA di tingkat global.

“Konferensi internasional ini membahas bagaimana pola pengembangan pengajaran Bahasa Indonesia di berbagai negara. Harapan kami, melalui forum ini pengembangan bahasa Indonesia untuk penutur asing di Maluku dan kawasan Indonesia timur dapat berkembang lebih pesat,” kata pengajar Bahasa Indonesia di Cornell University, Jolanda Mendaun.

Konferensi ini menghadirkan sejumlah pakar terkemuka dari universitas internasional dan nasional, di antaranya Erlin Barnard dan Ellen Rafferty (University of Wisconsin-Madison), George Quinn (Australian National University), Bambang Kaswanti Purwo (Universitas Atma Jaya Jakarta), hingga David Bourchier (University of Western Australia). Dari Maluku sendiri, hadir akademisi seperti Eka Saimima (Balai Bahasa Maluku) dan Falantino Eryk Latupapua (Universitas Pattimura).

Selain sesi pleno, rangkaian kegiatan juga diawali dengan Lokakarya Pedagogi di American Corner Unpatti yang menjadi pembuka diskusi tentang inovasi metode pengajaran Bahasa Indonesia.

Konferensi ini dipandang strategis dalam memperkuat posisi Bahasa Indonesia di dunia internasional. Melalui forum ini, diharapkan pengajar dan peneliti BIPA memperoleh wawasan baru, memperluas jaringan kolaborasi, serta mendorong Universitas Pattimura dan Maluku menjadi pusat penting pengembangan studi Indonesia di tingkat global. (BM31)


Dapatkan berita terbaru dari BM31News.com langsung di ponsel Anda! Klik untuk bergabung di Channel WhatsApp dan Telegram kami sekarang juga.

BM31NEWS

@bm31news.com

Ikuti akun resmi BM31NEWS di TikTok

Follow

Hak Cipta BM31News. Dilindungi undang-undang.

error: Konten Dilindungi !