BM31News
BM31News
BM31News
BM31News BM31News BM31News BM31News BM31News

Universitas Pattimura Rumuskan Arah Pengembangan Science Techno Park Energi Baru Terbarukan dalam FGD Strategis

Universitas Pattimura merumuskan arah strategis pengembangan STP Energi Baru Terbarukan melalui FGD bersama pemerintah dan pemangku kepentingan energi.

Ambon, | Universitas Pattimura menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Science Techno Park Energi Baru Terbarukan dan Transisi Energi” pada Kamis (13/11/2025) di Aula Rektorat Universitas Pattimura, guna memperkuat peran perguruan tinggi dalam riset, inovasi, dan penyusunan strategi transisi energi di Maluku. Kegiatan ini melibatkan pimpinan universitas, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan terkait sebagai langkah awal penyusunan blueprint kawasan Science Techno Park Energi Baru Terbarukan (STP EBT).

Kegiatan FGD ini menjadi forum diskusi terarah yang memetakan kebutuhan, peluang, dan tantangan pengembangan ekosistem inovasi energi berkelanjutan di wilayah kepulauan. Rektor Universitas Pattimura, Fredy Leiwakabessy, menegaskan bahwa STP EBT dirancang sebagai pusat hilirisasi teknologi dan inkubasi inovasi yang menghubungkan riset akademik dengan penerapan nyata di masyarakat.

“Science Techno Park Energi Baru Terbarukan Universitas Pattimura akan menjadi katalisator transformasi energi sekaligus pemberdayaan masyarakat dan pembangunan wilayah kepulauan secara berkelanjutan,” kata Rektor, Fredy Leiwakabessy.

Ia menambahkan bahwa integrasi STP ke dalam kurikulum berdampak akan membuka ruang bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam riset, validasi teknologi, hingga komersialisasi inovasi energi. Menurutnya, kolaborasi lintas disiplin menjadi pijakan utama agar STP tidak hanya berfungsi sebagai laboratorium, melainkan sebagai ekosistem penggerak ekonomi berbasis sains dan teknologi. BM31News

Dalam sambutannya, Rektor menutup dengan penegasan bahwa keberhasilan STP bergantung pada penguatan triple helix collaboration yang menyinergikan akademisi, pemerintah, dan industri. Ia secara resmi membuka FGD sebagai langkah awal menuju pembangunan pusat inovasi energi berkelanjutan di kawasan timur Indonesia.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Maluku yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kasrul Selang, menyoroti kondisi ekonomi daerah yang menunjukkan tren positif pada kuartal ketiga tahun ini. Menurutnya, kegiatan akademik seperti FGD turut mendorong pergerakan sektor ekonomi berbasis MICE, bersamaan dengan kontribusi sektor pertanian, kehutanan, dan belanja pemerintah.

“Ada yang bilang ekonomi menurun, itu tidak benar. Pertumbuhan ekonomi kita justru mulai naik, meskipun perlahan,” kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Maluku, Kasrul Selang.

Kasrul juga memaparkan potensi energi baru terbarukan Maluku yang mencapai lebih dari 3.000 megawatt. Namun, pemanfaatannya baru menyentuh 0,1 persen atau sekitar 2 megawatt. Salah satu proyek yang sedang berjalan adalah PLTA Waiyaku di Pulau Buru dengan kapasitas sekitar 10 megawatt yang ditargetkan beroperasi tahun depan.

Ia menegaskan bahwa percepatan transisi energi hijau membutuhkan sinergi pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri agar potensi energi terbarukan benar-benar menjadi kekuatan ekonomi baru bagi masyarakat Maluku.

Di akhir acara, Universitas Pattimura menyerahkan plakat kepada narasumber, dilanjutkan dengan sesi materi dari Koordinator Investasi dan Kerjasama Panas Bumi Mustika Dalimantoro; General Manager PLN Maluku dan Maluku Utara, Noer Soeratmoko; serta Direktur Riset dan Inovasi Berdampak (DIRBT), Chairul Hudaya. Kegiatan ini menandai babak baru komitmen Universitas Pattimura menuju kampus berkelas dunia yang berkontribusi pada pengembangan energi berkelanjutan secara nasional. (BM31)


Dapatkan berita terbaru dari BM31News.com langsung di ponsel Anda! Klik untuk bergabung di Channel WhatsApp dan Telegram kami sekarang juga.

error: Konten Dilindungi !