Ambon,
– Universitas Pattimura melalui Bidang Kemahasiswaan, Hubungan Masyarakat, dan Alumni resmi menyelenggarakan Pelatihan Public Speaking bagi mahasiswa pada Selasa (15/7/2025), bertempat di Aula Rektorat Universitas Pattimura. Kegiatan ini digelar sebagai langkah strategis untuk memperkuat kompetensi komunikasi mahasiswa di tengah dinamika global yang menuntut kemampuan berbicara secara efektif, sistematis, dan persuasif.
Pelatihan tersebut menghadirkan tiga narasumber profesional dari dunia media dan debat akademik: Kepala TVRI Stasiun Maluku, Sanny Damanik, presenter TVRI Maluku Monica Ariesta Seipalla, serta alumni debat Unpatti Juan Yeremia Saquarella. Ketiganya menyampaikan materi praktis yang mencakup strategi komunikasi publik, pengelolaan panggung, hingga seni menyampaikan argumen secara persuasif.
Rektor Universitas Pattimura, Fredy Leiwakabessy dalam sambutannya menekankan pentingnya kemampuan berbicara di depan umum sebagai bagian dari tujuh kompetensi dasar yang wajib dimiliki oleh sumber daya manusia unggul di era globalisasi.
“Pelatihan Public Speaking ini merupakan bentuk pengembangan keterampilan penting, khususnya bagi para calon pemimpin bangsa. Kompetensi berbicara di depan umum menjadi bekal utama dalam mencetak generasi profesional yang siap bersaing di tingkat nasional dan internasional,” kata Rektor Universitas Pattimura, Fredy Leiwakabessy.
Menurut Rektor, ketujuh kompetensi tersebut meliputi kemampuan komunikasi efektif, kolaborasi, berpikir kreatif, adaptasi, pemecahan masalah, kepemimpinan, dan penguasaan teknologi. Ia berharap para mahasiswa Unpatti dapat menginternalisasi keterampilan tersebut secara utuh untuk memperkuat posisi mereka di dunia kerja maupun dalam ruang sosial kemasyarakatan.
Senada dengan itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Humas, dan Alumni, Nur Aida Kubangun, menggarisbawahi bahwa pelatihan ini juga memiliki dimensi pembentukan karakter dan etika berkomunikasi mahasiswa dalam konteks akademik dan publik.
“Kegiatan public speaking ini bertujuan untuk melatih para peserta dalam menyampaikan aspirasi secara tepat dan santun. Hal ini penting mengingat masih terdapat mahasiswa yang dalam menyampaikan pendapat kerap menggunakan bahasa yang tidak sesuai dengan norma akademik,” kata Wakil Rektor III, Nur Aida Kubangun.
Ia menambahkan, pelatihan ini sejalan dengan upaya universitas untuk mempersiapkan mahasiswa agar mampu menjadi agen perubahan yang komunikatif, berbudi pekerti, dan mampu berpartisipasi secara aktif di tengah masyarakat. Kubangun berharap keterampilan komunikasi yang diperoleh dapat menjadi modal untuk menyampaikan opini secara kritis namun tetap beradab.
Kegiatan pelatihan public speaking ini tidak hanya menjadi forum akademik, tetapi juga menjadi ruang aktualisasi diri mahasiswa dalam membangun kepercayaan diri, logika berpikir, dan kepekaan sosial. Materi yang disampaikan narasumber juga dipadukan dengan praktik langsung serta diskusi interaktif antara peserta dan pembicara.
Dalam materi pembuka, Sanny Damanik memaparkan prinsip dasar berbicara yang efektif dan teknik mempengaruhi audiens melalui pendekatan naratif. Sementara Monica Ariesta memberikan tip praktis mengenai penguasaan panggung dan manajemen suara. Di sesi akhir, Juan Saquarella mendorong peserta untuk memahami logika debat dan membangun argumen secara struktural dan persuasif.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program penguatan kapasitas mahasiswa yang rutin digelar oleh Universitas Pattimura. Ke depan, pelatihan serupa akan dikembangkan dengan skema berjenjang dan kolaboratif lintas fakultas, guna memperluas cakupan dan dampak program pengembangan keterampilan lunak (soft skills) mahasiswa. (BM31)







