Senada dengan itu, Suster Maura Koryesin sebagai Ketua Seksi Acara Tarekat Maria Mediatriks (TMM) menyatakan bahwa sejumlah pejabat gereja baik dari Gereja Protestan Maluku (GPM), tokoh agama dari gereja-gereja dominasi, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Maluku serta Forkopimda Provinsi Maluku dan Forkopimda Kota Ambon diundang untuk ikut serta dalam kegiatan ini, termasuk Gubernur dan Walikota Ambon.
“Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa akan membuka Dramatisasi Jalan Salib Hidup Oikumene dan memberi sambutan pada acara akbar ini. Sedangkan Walikota Ambon dijadwalkan akan menutup acara JSHO,” ungkap Suster Maura.
Acara ini akan dimulai dari Gereja Katedral Ambon, akan melalui beberapa ruas jalan utama dan akan berakhir di kompleks Katolik Center yang berada dekat dengan gereja Santa Maria bintang Laut Ambon.
Sementara itu, panitia JSHO berharap semua pihak dapat memberikan dukungan penuh untuk mensukseskan kegiatan Paskah Agung ini.
Sejalan dengan itu, Jeck Fofid selaku Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP) MBL berharap agar DPP dan panitia turut serta dalam membantu mensukseskan kegiatan JSHO ini.
“Evaluasi ini sebagai bagian dari dukungan kita untuk berpartisipasi dan memberikan kontribusi nyata dalam mendukseskan kegiatan JSHO 2025,” kata Fofid.
Dirinya menyampaikan permohonan maaf bagi warga kota Ambon, apabila pada Hari H-nya ada ruas jalan tertentu yang akan digunakan untuk JSHO, tutup Fofid.
Sebagai Referensi:
Kisah sengsara Tuhan Yesus Kristus adalah periode akhir kehidupan Yesus sebelum penyaliban-Nya di Gunung Kalvari. Kisah ini merupakan bagian penting dari doktrin “Sejarah Keselamatan” Kristen.
Unsur-unsur kisah sengsara Yesus Kristus:
-
Perjamuan Terakhir;
-
Penderitaan di Taman Getsemani;
-
Penangkapan Yesus oleh Yudas;
-
Pemeriksaan dan kutukan Yesus oleh orang-orang Yahudi;
-
Pengadilan di hadapan Pilatus;
-
Penyaliban Yesus.
Makna kisah sengsara Yesus Kristus:
-
Mengajarkan pentingnya pengampunan dosa;
-
Memperlihatkan bagaimana Allah memberikan pengampunan;
-
Membuktikan kesetiaan dan ketaatan Yesus kepada Allah Bapa;
-
Yesus menganggap kematian-Nya bukan sebagai hukuman, tetapi pengorbanan mulia demi keselamatan umat manusia. (BM31-05)




