BM31News
BM31News
BM31News
BM31News BM31News BM31News

153 Mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah Unpatti Jalani Pengabdian Sosial di Negeri Ohoinol

Pengabdian masyarakat di Kei menjadi ujian karakter mahasiswa menjaga nama baik Universitas Pattimura.

Ambon, | Universitas Pattimura melepas 153 mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah untuk mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk The Journey To Kei Island 2026 di Negeri Ohoinol, Kabupaten Maluku Tenggara. Pelepasan dilakukan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Humas, dan Alumni Universitas Pattimura, Nur Aida Kubangun, di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, Jumat (15/5/2026). Kegiatan berlangsung hingga 22 Mei 2026 dengan melibatkan sekitar 12 hingga 14 dosen pendamping.

Program tersebut tidak hanya difokuskan pada studi lapangan, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter mahasiswa di tengah masyarakat. Mahasiswa akan tinggal dan berinteraksi langsung dengan warga serta keluarga asuh selama menjalankan agenda pengabdian, penelitian, dan kunjungan akademik di wilayah Kei.

Dalam arahannya, pihak universitas menegaskan bahwa seluruh peserta membawa tanggung jawab moral sebagai representasi kampus di tengah masyarakat. Penekanan utama diberikan pada sikap, etika, dan kemampuan mahasiswa menjaga hubungan sosial selama berada di lokasi kegiatan.

“Nama baik Universitas Pattimura ada di tangan adik-adik sekalian. Karena itu, seluruh mahasiswa harus mampu menjaga sikap, etika, dan perilaku selama melaksanakan kegiatan,” kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Humas, dan Alumni Universitas Pattimura, Nur Aida Kubangun.

Menurut pihak universitas, Negeri Ohoinol bukan wilayah baru bagi Program Studi Pendidikan Sejarah. Hubungan akademik dan sosial antara kampus dengan masyarakat setempat telah dibangun melalui kegiatan serupa pada tahun-tahun sebelumnya. Karena itu, mahasiswa diminta menjaga kepercayaan yang sudah terbentuk agar keberadaan mereka memberi dampak positif bagi masyarakat.

BM31News

Selain aspek sosial, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat pengalaman akademik mahasiswa melalui pembelajaran langsung di lapangan. Mahasiswa dijadwalkan mengunjungi sekolah-sekolah dan sejumlah situs sejarah guna memperluas pemahaman tentang sejarah, budaya, dan kehidupan masyarakat Maluku.

Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Pattimura, Rina Pusparani, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan agenda rutin yang terus dipertahankan sebagai bagian dari metode pembelajaran berbasis pengalaman lapangan. Menurutnya, pembelajaran sejarah tidak cukup dilakukan di ruang kelas semata.

“Mahasiswa diharapkan tidak hanya memiliki pengalaman belajar di kelas, tetapi juga memiliki pengalaman belajar di lapangan sehingga mereka dapat memahami langsung kondisi masyarakat maupun situs-situs sejarah yang ada,” kata Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Pattimura, Rina Pusparani.

Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut juga dipandang sebagai bagian dari upaya universitas mendukung visi menjadi perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing global. Kampus menilai kemampuan mahasiswa membangun komunikasi sosial dan menjaga etika di tengah masyarakat menjadi salah satu indikator penting dalam proses pendidikan tinggi.

Selama pelaksanaan kegiatan, pihak universitas turut mengingatkan seluruh peserta untuk mengutamakan keselamatan dan menjalankan seluruh agenda secara tertib. Pengawasan dilakukan bersama dosen pendamping agar seluruh rangkaian program berjalan sesuai tujuan akademik maupun sosial yang telah dirancang sebelumnya. (BM31)

📢 Ikuti BM31News untuk dapatkan berita terbaru
⚠️ DISCLAIMER: Konten BM31News.com dilindungi undang-undang. Dilarang mengutip, menyalin, memuat ulang sebagian atau seluruh isi artikel ini dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari redaksi BM31News.com.

BM31NEWS

@bm31news.com

Ikuti akun resmi BM31NEWS di TikTok

Follow