Masohi,
– Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah menegaskan komitmennya dalam menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) serta mencegah stunting melalui pelaksanaan Gerakan Ibu Hamil Sehat dan Bayi Sehat. Kegiatan ini digelar secara masif di seluruh kelurahan dalam wilayah Kecamatan Kota Masohi, Kamis (10/7/2025), yang dipusatkan di Gelanggang Olahraga (GOR) Masohi.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Maluku Tengah, Julius Boro, mewakili Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir. Hadir dalam kegiatan ini unsur TNI-Polri, OPD Pemda Malteng, Ketua MUI Malteng, Camat Kota Masohi, Perwakilan BPJS Kesehatan Cabang Masohi, pengurus TP PKK, dan kader Posyandu kelurahan se-Kota Masohi.
“Gerakan ini adalah bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap kesehatan ibu hamil dan bayi. Tujuannya adalah memastikan generasi penerus yang sehat dan berkualitas sejak dari kandungan,” kata Julius Boro saat membacakan sambutan Bupati Maluku Tengah.
Gerakan ini merupakan bagian dari upaya sistematis Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah dalam membangun fondasi kesehatan masyarakat yang kuat. Kesehatan ibu hamil menjadi perhatian utama karena merupakan titik awal penentu kualitas kehidupan anak di masa depan.
“Kesehatan ibu hamil adalah kunci utama untuk melahirkan generasi yang berkualitas,” kata Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, dalam sambutan tertulisnya.
Melalui kegiatan ini, Pemda Malteng berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya memeriksakan kehamilan secara rutin, menjaga pola makan sehat dan seimbang, serta mendapatkan edukasi kesehatan secara berkelanjutan dari tenaga medis dan kader kesehatan.
“Gerakan ini adalah bagian dari komitmen kita bersama untuk menjadikan ibu hamil sehat, berpengetahuan, dan mendapatkan layanan kesehatan yang layak selama masa kehamilan. Ini bagian dari pencegahan stunting sejak sebelum bayi lahir,” tegas Zulkarnain Awat Amir.
Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah menyadari bahwa angka stunting, kematian ibu, dan kematian bayi merupakan indikator penting dalam mengukur keberhasilan pembangunan kesehatan daerah. Oleh karena itu, dukungan lintas sektor, terutama dari Dinas Kesehatan, menjadi krusial dalam menyukseskan gerakan ini.
“Semua pihak, baik OPD teknis, PKK, hingga Posyandu harus mengedepankan kampanye nilai-nilai kesehatan ibu hamil untuk menekan AKI dan AKB di Maluku Tengah,” ujar Boro.
Bupati yang akrab disapa Bang Ozan itu juga menegaskan bahwa Pemda terus berupaya menyediakan fasilitas kesehatan yang memadai, termasuk peningkatan jumlah dan kualitas tenaga kesehatan serta memperkuat edukasi kepada masyarakat.
“Kami akan terus tingkatkan kualitas layanan, edukasi, dan penyediaan fasilitas kesehatan. Itu menjadi kunci utama mendorong ibu hamil menjalani proses kehamilan dan persalinan yang aman dan sehat,” imbuh Zulkarnain.
Dalam arahannya, Bupati berharap agar Gerakan Ibu Hamil Sehat dan Bayi Sehat tidak berhenti pada seremoni, tetapi terus bergulir ke 11 kecamatan lainnya di Kabupaten Maluku Tengah. Hal ini dinilai penting untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan kondusif bagi seluruh ibu hamil.
“Saya minta agar gerakan ini digelorakan di semua kecamatan, agar tidak ada lagi ibu yang terlambat mendapatkan layanan kesehatan, dan semua bayi lahir dalam kondisi sehat,” tegasnya.
Pemerintah daerah juga akan menggandeng lebih banyak stakeholder untuk memperkuat sistem rujukan dan mempercepat deteksi dini risiko kehamilan, termasuk pelibatan aktif komunitas lokal dan lembaga keagamaan dalam edukasi publik.
Sebagai daerah bertajuk Pamahanunusa, Maluku Tengah berambisi menjadi kabupaten yang bebas dari stunting dan memiliki capaian kesehatan ibu dan anak terbaik di Maluku. Hal ini sejalan dengan program nasional yang menargetkan zero stunting pada tahun 2030.
“Dengan gotong royong dan kesadaran bersama, kita pasti bisa mewujudkan Malteng bebas stunting dan AKI-AKB nol,” tutup Zulkarnain dalam pesannya. (BM31-02)









