Setelah mendengarkan pandangan politik IR-LA, masyarakat di negeri Sawai sangat-sangat berterimakasih sekaligus mengapresiasi apa yang menjadi pikiran politik pembangunan Malteng oleh pasangan Nusa Ina tersebut.
Bahkan masyarakat Negeri Sawai mendukung program kerja 100 hari IR-LA ketika di pilih. Kami masyarakat mendukung Pak Ruhunussa dan Ibu Liliane untuk pembangunan yang adil untuk semua bahkan kami sangat merespon pembentukan dua kecamatan di seram Utara Nantinya ketika bapak dan ibu terpilih, sebut salah satu tokoh masyarakat.
Kami yakin kalau nantinya dua kecamatan ini terbentuk maka bisa di pastikan pembentukan Kabupaten Seram Utara Raya juga akan terbentuk, tambahnya.
Usai bertemu masyarakat di negeri Sawai, Ruhunusa-Aitonam melanjutkan perjalanan ke negeri Wahai yang merupakan ibu kota kecamatan Seram Utara. Dalam perjalanan ke Wahai, kedua tokoh politik ini di sambut meriah dengan konfoi kendaraan oleh masyarakat negeri Administratif Parigi menuju kota Wahai.
Setelah tiba di Wahai, Ruhunussa-Aitonam di sambut dengan tarian cakalele oleh masyarakat adat Negeri Wahai.
Di negeri Wahai, Ruhunussa-Aitonam juga menyampaikan pandangan politik yang sama di hadapan masyarakat Wahai.
Dalam pandangan politik itu juga Ruhunussa menekankan kalau dirinya bersama Liliane Aitonam ketika terpilih dan mendapat kepercayaan masyarakat untuk memimpin kabupaten tertua di provinsi Maluku Ini, maka mereka akan sangat mempertimbangkan dasar keadilan dalam penerapan berbagai kebijakan bagi Malteng.
Prinsipnya kami akan membangun Maluku Tengah berdasarkan asas adil dan merata bagi semua masyarakat.
Bagi masyarakat di daerah pegunungan yang sulit di jangkau, kami membuka akses jalan dan jembatan untuk mempermudah masyarakat agar bisa berakses dengan mudah, cepat dan terjangkau, tegas Ruhunussa. (BM31-02)







