Ambon,
| Mahasiswa Universitas Pattimura kembali menorehkan prestasi akademik melalui ajang lomba karya ilmiah yang diselenggarakan oleh INPEX Masela Ltd, dengan tema “Sampah Hari Ini, Bencana Masa Depan”. Kegiatan yang berlangsung secara daring dan ditutup dengan penyerahan hadiah pada Selasa (3/3/2026), di ruang kerja Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Hubungan Masyarakat dan Alumni ini menjadi wadah kompetisi ilmiah sekaligus sarana membangun kesadaran lingkungan di kalangan mahasiswa.
Ajang tersebut diikuti oleh mahasiswa Universitas Pattimura dengan berbagai karya ilmiah berbasis isu lingkungan, khususnya pengelolaan sampah. Kompetisi ini tidak hanya menguji kemampuan akademik, tetapi juga mendorong lahirnya gagasan inovatif yang relevan dengan kondisi riil di masyarakat.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Hubungan Masyarakat dan Alumni, Nur Aida Kubangun, menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam membangun budaya ilmiah di lingkungan kampus. Ia menjelaskan bahwa tema yang diangkat sangat kontekstual dan menjadi tantangan bagi mahasiswa untuk menghadirkan solusi nyata.
“Lomba karya ilmiah ini bertujuan memacu dan memotivasi mahasiswa agar mampu menuangkan gagasan ilmiah berbasis persoalan nyata di lingkungan mereka,” kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Hubungan Masyarakat dan Alumni, Nur Aida Kubangun.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa karya-karya mahasiswa menunjukkan kualitas yang membanggakan, terutama dalam mengangkat konsep daur ulang sampah berbasis sumber daya lokal menjadi produk yang memiliki nilai guna dan ekonomis. Hal tersebut dinilai sejalan dengan upaya pengembangan potensi daerah melalui pendekatan ilmiah yang berkelanjutan.
Selain kompetisi, INPEX Masela Ltd juga memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan sumber daya manusia melalui pemberian beasiswa kepada sekitar 100 mahasiswa, termasuk dari Maluku Barat Daya, serta membuka peluang studi lanjut hingga jenjang doktoral bagi dosen. Dukungan ini menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas akademik di Universitas Pattimura.
Prestasi mahasiswa Universitas Pattimura dalam ajang ini juga memperkuat catatan capaian akademik di awal tahun 2026, di mana sebelumnya mahasiswa berhasil meraih tujuh medali emas pada berbagai kompetisi tingkat nasional dan internasional.
“Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Pattimura mampu bersaing dan terus berkembang. Kami berharap semangat ini terus dijaga untuk memperkuat budaya ilmiah dan kepedulian terhadap lingkungan,” kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Hubungan Masyarakat dan Alumni, Nur Aida Kubangun.
Sementara itu, Terenci Layan, mahasiswa peraih juara pertama, menjelaskan bahwa pelaksanaan lomba dilakukan secara daring selama dua hari melalui platform yang disediakan panitia. Ia menilai pengalaman tersebut memberikan pemahaman mendalam terkait isu pengelolaan sampah sebagai persoalan lingkungan yang mendesak.
“Harapannya, bukan saja mahasiswa, tetapi masyarakat juga dapat mengelola sampah dengan baik agar tidak lagi mencemari lingkungan sekitar,” kata Terenci Layan.
Adapun daftar pemenang dalam lomba karya ilmiah tersebut adalah Juara I Terenci Layan, Juara II Yanti Makuku, Juara III Bintang Drian Pitna, Harapan I Eunike Lotkery, dan Harapan II Opel Gerson Larmoka.
Keberhasilan ini tidak hanya mencerminkan kualitas akademik mahasiswa Universitas Pattimura, tetapi juga menjadi indikator meningkatnya kepedulian generasi muda terhadap isu lingkungan. Kegiatan semacam ini diharapkan terus berlanjut sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang inovatif, adaptif, dan berorientasi pada solusi nyata bagi masyarakat. (BM31)







