Matakus,
| Dalam upaya mempercepat pembangunan kawasan perbatasan dan memperkuat sektor pariwisata daerah, Bupati Kepulauan Tanimbar Ricky Jauwerissa bersama Deputi Bidang Pengelola Infrastruktur Kawasan Perbatasan BNPP, Mayjen (Purn) Ramses Limbong, serta Asisten Deputi Infrastruktur Fisik BNPP, Amrullah M. Ridha, melakukan kunjungan kerja ke desa Matakus, Kecamatan Tanimbar Selatan, pada Kamis (6/11/2025).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda rapat percepatan pembangunan kawasan perbatasan negara, yang melibatkan pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP). Rangkaian kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati dr. Juliana Ch. Ratuanak, sejumlah pimpinan OPD, staf ahli bupati, serta Ketua TP-PKK Ny. Sheren Amelinda Jauwerissa.
Kedatangan rombongan disambut dengan prosesi adat khas Tanimbar, ditandai dengan pengalungan syal tenun tradisional kepada Deputi BNPP dan rombongan sebagai simbol penghormatan masyarakat adat desa Matakus. Prosesi ini mencerminkan nilai-nilai kearifan lokal yang masih kuat dipegang masyarakat Tanimbar sebagai bentuk penghormatan terhadap tamu kehormatan.
“Kami menyambut baik kehadiran pemerintah pusat melalui BNPP yang menunjukkan komitmen nyata terhadap pembangunan kawasan perbatasan dan potensi wisata daerah kami,” kata Bupati Kepulauan Tanimbar, Ricky Jauwerissa.
Selain agenda kunjungan wisata, BNPP bersama pemerintah daerah juga membahas sejumlah agenda strategis, antara lain peningkatan status Bandara Mathilda Batlayery Amtufu menjadi bandara internasional, serta koordinasi lanjutan terkait Proyek Strategis Nasional (PSN) Migas Blok Masela.
Deputi BNPP menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pembangunan di wilayah perbatasan, mengingat Tanimbar merupakan salah satu garda terdepan Indonesia di kawasan timur.
“Kawasan perbatasan seperti Tanimbar memiliki nilai strategis, bukan hanya secara geopolitik, tetapi juga sebagai pintu gerbang ekonomi nasional. Diperlukan kolaborasi yang konsisten agar percepatan pembangunan benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” ujar Deputi Bidang Pengelola Infrastruktur Kawasan Perbatasan BNPP, Ramses Limbong.
Desa Matakus dikenal dengan keindahan pantai berpasir putih dan laut biru jernih yang menjadi daya tarik wisata potensial. Kehadiran BNPP dan Pemkab Tanimbar di lokasi tersebut sekaligus menegaskan arah kebijakan pemerintah daerah dalam mendorong sektor pariwisata sebagai penopang ekonomi alternatif selain migas.
Dalam kunjungan tersebut, tim juga meninjau kondisi infrastruktur dasar seperti akses jalan, dermaga, dan fasilitas publik yang menjadi perhatian utama untuk mendukung konektivitas wisata dan logistik antarwilayah di Kepulauan Tanimbar.
Bupati Ricky menambahkan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mengintegrasikan pengembangan wisata dengan pembangunan infrastruktur perbatasan, agar manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kami ingin agar pembangunan tidak hanya berskala proyek nasional, tetapi juga menyentuh kehidupan masyarakat lokal mulai dari akses transportasi, peluang ekonomi, hingga pengembangan wisata berbasis budaya,” ungkap Ricky Jauwerissa.
Kunjungan kerja ini menunjukkan pendekatan pembangunan berbasis wilayah perbatasan yang kini menjadi fokus pemerintah pusat melalui BNPP. Kepulauan Tanimbar sebagai wilayah perbatasan strategis di selatan Maluku memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia.
Dengan adanya rencana peningkatan Bandara Mathilda Batlayery dan kehadiran Blok Masela sebagai PSN, diharapkan akses investasi, mobilitas masyarakat, serta distribusi logistik dapat meningkat signifikan dalam beberapa tahun ke depan. (BM31)




