Ambon,
– Dalam rangkaian kegiatan #AussieBanget University Roadshow, Gita Kamath, Kuasa Usaha Australia untuk Indonesia, menyampaikan pidato reflektif yang sarat makna sejarah dan visi masa depan di Universitas Pattimura.
Bertepatan dengan tanggal 25 April, Kamath mengenang hari nasional Australia, ANZAC Day, yang juga memiliki keterkaitan sejarah dengan kota Ambon. “Kami memperingati hampir 2.000 tentara Australia dan sekutu yang gugur dalam mempertahankan Ambon saat Perang Dunia II,” tuturnya.
Kamath menyebut hubungan Indonesia dan Australia telah terjalin sejak lama. “Australia adalah salah satu pendukung awal kemerdekaan Indonesia. Bahkan, para pekerja di Australia saat itu memboikot kapal Belanda di pelabuhan,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya pendidikan sebagai pilar hubungan dua negara. “Ada lebih dari 200.000 alumni Indonesia dari universitas di Australia. Hubungan ini harus kita jaga dan perkuat,” ujarnya.
Selain pendidikan, Kamath menyinggung kerja sama di sektor energi bersih. “Saya harap diskusi hari ini dapat memberikan wawasan tentang kolaborasi energi hijau yang dapat menguntungkan kedua negara,” katanya.
Diskusi panel bertajuk Capitalising on Clean Energy dihadiri para pakar dari AIP Renewables, Sumba Sustainable Solutions, dan Universitas Pattimura.
Menurut Rambu Yati Radandima dari Sumba Sustainable Solutions, kerja sama Indonesia-Australia di bidang energi terbarukan sangat penting untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di kawasan timur Indonesia.
Muriel Watt dari AIP Renewables menambahkan, “Kita bisa belajar banyak dari sistem energi hijau yang sudah berhasil diterapkan di Australia dan mengadaptasinya di sini.”
Dengan menggabungkan refleksi sejarah dan semangat kolaborasi masa depan, pidato Kamath menjadi pengingat bahwa hubungan bilateral bukan sekadar diplomasi, tapi juga solidaritas jangka panjang. (BM31-JP)







