Ambon,
| Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPD GAMKI) Provinsi Maluku meminta Kapolda Maluku untuk menjamin keamanan pelaksanaan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah dan Paskah Kristus di wilayah Provinsi Maluku. Permintaan tersebut disampaikan Ketua DPD GAMKI Maluku, Samuel Patra Ritiauw, pada Kamis (19/3/2026) di Ambon, dengan menekankan pentingnya patroli rutin, optimalisasi peran bhabinkamtibmas, serta kerja intelijen yang responsif guna mengantisipasi potensi konflik sejak dini.
Dalam keterangannya kepada BM31News.com, Samuel menegaskan bahwa aparat kepolisian harus mengedepankan langkah preventif yang terukur dan berkelanjutan. Ia menilai, deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas sosial di tengah momentum keagamaan yang kerap melibatkan mobilitas dan interaksi masyarakat secara luas.
“Harus ada patroli rutin ke lingkungan masyarakat, peran bhabinkamtibmas juga harus dioptimalkan dan kerja-kerja konkret dari pihak intel Polda Maluku. Bergerak cepat mengidentifikasi potensi konflik dan mengambil langkah konkret harus menjadi skala prioritas. Jangan tunggu masalah muncul baru dicari solusi,” kata Ketua DPD GAMKI Provinsi Maluku, Samuel Patra Ritiauw.
Pernyataan tersebut mencerminkan kekhawatiran sekaligus antisipasi terhadap dinamika sosial di Maluku yang memiliki sejarah panjang terkait isu konflik berbasis identitas. Meski kondisi keamanan dalam beberapa tahun terakhir relatif kondusif, momentum hari besar keagamaan tetap memerlukan pengamanan ekstra guna mencegah potensi gesekan di tingkat akar rumput.
Selain mendorong peran aparat keamanan, GAMKI Maluku juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga suasana damai dan memperkuat nilai-nilai persaudaraan antarumat beragama. Menurut Samuel, perayaan Idul Fitri bukan hanya milik umat Muslim, melainkan juga bagian dari kebersamaan masyarakat Maluku secara keseluruhan.
“Perayaan Idul Fitri itu milik semua kita masyarakat Maluku. Jadi mari kita ciptakan Maluku yang aman dan damai bagi semua basudara yang merayakan,” ujar Samuel Patra Ritiauw.
Lebih lanjut, GAMKI Maluku menginstruksikan seluruh kader dan potensi organisasi di 11 kabupaten/kota untuk berperan aktif sebagai agen perdamaian. Langkah ini dinilai strategis dalam memperkuat ketahanan sosial berbasis komunitas serta mendukung upaya aparat dalam menjaga stabilitas daerah.
Instruksi tersebut juga menjadi bagian dari komitmen organisasi kepemudaan lintas iman dalam merawat harmoni sosial di Maluku, yang dikenal dengan semangat “orang basudara”. Dengan keterlibatan aktif masyarakat sipil, diharapkan potensi konflik dapat diminimalisir melalui pendekatan dialog, kolaborasi, dan kewaspadaan kolektif.
Secara keseluruhan, sinergi antara aparat keamanan, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat menjadi faktor krusial dalam memastikan perayaan Idul Fitri dan Paskah berlangsung aman, tertib, dan penuh makna di Provinsi Maluku. (BM31-JP)







