“Pada konferensi ini ini juga kita menghasilkan book series regional development yang berisi tentang hasil pemikiran dari para akdemisi dari berbagai universitas dalam dan luar negeri yang nantinya dapat disebarluaskan bagi pemangku kepentingan” ungkapnya.
Wargis Girsang selaku ketua panitia, menjelaskan pelaksanaan kegiatan ini menandakan komitmen bersama untuk memajukan ilmu pengetahuan, inovasi dan kolaborasi dan memberikan dampak berkelanjutan.
Dikatakan, sebagai penggagas IRSA atau Indonesian Regional Science Association adalah organisasi akademik yang secara aktif mendorong kemajuan penelitian di seluruh Indonesia dan aktif melaksanakan berbagai kegiatan seperti konferensi Internasional yang dihadiri oleh para akademisi dan pembuat kebijakan di berbagai kampus dan ditahun ini dilakukan di kawasan Timur Indonesia.
IRSA memegang peran utama tidak hanya di bidang akademik melalui penelitian dan publikasi, tetapi juga berkontribusi pada kebijakan pembangunan daerah.
Tema pelaksanaan konferensi ini adalah “Ketimpangan Gender dan Perubahan Iklim Dampak di Kawasan Kepulauan” dan Tahun ini kami fokus pada dua hal, isu-isu global yang mendesak: perubahan iklim dan ketidaksetaraan gender.
Melalui para narasumber yang professional pada bidangnya akan dibahas berbagai hal terkait berbagai dampak perubahan iklim dan memberikan advokasi terhadap pemberdayaan perempuan yang sangat berperan dalam pembangunan ekonomi serta hal-hal lain yang terkait dengan tema.
Untuk mengatasi hal ini memerlukan solusi inovatif dan upaya kolektif serta platform untuk dialog yang bermakna dan pertukaran ide. Untuk itu 11 topik yang dibahas dalam konferensi ini adalah Kesetaraan gender dan pembangunan daerah; Perubahan iklim dan perekonomian pulau-pulau kecil; Ekonomi biru dan hijau; Pembangunan pertanian, sumber daya alam, dan pedesaan; Pertumbuhan kelembagaan dan ekonomi lokal; Hak milik dan pengembangan mata pencaharian; Inovasi dan pengelolaan lingkungan hidup; Modal sosial dan pembangunan lokal; Pengentasan kemiskinan dan kesenjangan antar wilayah; Perubahan iklim dan kesehatan; serta, perdagangan, makroekonomi dan keuangan internasional.
Pada kesempatan ini juga di lakukan Launching of IRSA Book Series on Regional Development No.21, dilanjutkan dengan plenary Session dan parallel Sessions yang menghadirkan narasumber Kathryn Robinso dari Australian National University, Fredy Leiwakabessy, Anton A. Lailossa selaku Kepala Bappeda Provinsi Maluku, Diahhadi Setyonalur dari Universitas Indonesia, Yuri Mansury dari Illinois Institut of Technology, Moekti H. Soejachmoen dari Indonesia Research Institute for Decarbonization dan Jatna Supriatna dari Universitas Indonesia. (BM31)




