Dirinya berharap dengan adanya kegiatan ini akan ada sinergitas dan kolaborasi yang baik antara Pemerintah, Tokoh Spiritual, Entrepreneur dan Akademisi agar kedepanya masalah tersebut dapat dilihat dengan baik.
“Kami sangat bersyukur sebab kegiatan ini juga menghadirkan unsur lembaga agama. Ini bukti bahwa pemberdayaan masyarakat menjadi tugas semua lembaga agama, dalam hal ini usaha pelestarian lingkungan harus juga dikerjakan dengan mengedepankan kesejahteraan masyarakat, agar lahan sebagai kapital ekonomi terpulihkan dan serentak dengan itu menjadi income bagi keluarga-keluarga,” ungkap Ketua Sinode GPM Pendeta Elifas Tomix Maspaitella.
Dikesempatan yang sama Agustinus Kastanya selaku perwakilan Akademisi mengatakan bahwa tema kegiatan kita di hari ini yakni Sinergitas Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Integrated Farming sangat relevan dengan tantangan yang kita hadapi di dalam pembangunan pertanian yang berkelanjutan di Indonesia.
Lanjut dikatakan bahwa penerapan Integrated Farming bagi masyarakat Maluku sudah berkembang dari jaman leluhur yang dikenal dengan sistim dusun dan sudah dikembangkan dalam model Agroforestry dan Social Agroforestry.
“Saat ini Integrated Farming juga telah dikembangkan untuk menghadapi tantangan perubahan iklim global dengan sistem Climate Smart Agroforestry. Selain itu juga dalam kegiatan ini kita akan berbicara mengenai tujuan pembangunan Smart City di Kota Ambon yang sejalan dengan upaya kita dalam memberdayakan masyarakat dan memanfaatkan teknologi dalam upaya peningkatan kualitas hidup,” tegas Kastanya.
Kegiatan seminar dan pelatihan ini berlangsung selama dua hari (31 Juli-1 Agustus 2024) yang difokuskan pada pemberdayaan dan pengembangan serta pelatihan keterampilan untuk memberdayakan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan adanya pengembangan kerjasama antara Universitas Pattimura dan Yayasan Transformasi Cemerlang Indonesia, untuk pengembangan inovasi dan kreatifitas di bidang pertanian melalui Integrated Farming atau sistim pertanian terpadu yang mendukung produksi pertanian, peningkatan ekonomi dan pelestarian sumber daya alam, serta kemandirian dan kesejahtraan masyarakat. (BM31)







