Ambon,
| PT Bogasari Flour Mills menyatakan kesediaannya menggunakan hotong sebagai bahan campuran produksi tepung setelah melakukan uji coba hasil riset Fakultas Pertanian Universitas Pattimura. Kepastian ini diungkap Kepala LPPM Unpatti, Estevanus K. Huliselan yang didampingi Sekretaris LPPM Sherly Lewerissa, Senin (17/11/2025) saat ditemui di ruang kerjanya.
Menurut Huliselan, Bogasari telah melakukan uji awal pembuatan roti berbahan campuran hotong dan gandum.
“Hotong ini ternyata punya potensi besar. Bogasari sudah pernah melakukan uji coba sejak kunjungan pertama setelah MoU ditandatangani. Bahkan roti berbahan campuran gandum dan hotong sudah sempat diproduksi dalam uji coba tersebut,” kata Estevanus K. Huliselan.
Bogasari kini mencari bahan alternatif lokal untuk mengurangi ketergantungan pasar terhadap impor gandum. Namun, tantangan terbesar adalah ketersediaan pasokan yang belum mampu memenuhi kebutuhan industri skala nasional.
“Kalau Bogasari mau produksi tepung campuran gandum-hotong, maka pasokan harus stabil. Itu artinya diperlukan ratusan hingga hampir ribuan hektar lahan tanam. Tanpa kepastian pasokan, industri tidak dapat berjalan,” ujar Huliselan.
Unpatti menegaskan kesiapannya memfasilitasi koordinasi antara pemerintah, petani, dan industri guna memastikan rantai pasokan berjalan secara berkelanjutan.
“Kalau pasar sudah ada, tugas pemerintah bersama universitas adalah memastikan petani bisa berproduksi. Hotong harus kembali menjadi komoditas unggulan Maluku,” katanya.
Program industrialisasi hotong dipandang strategis untuk memperkuat ketahanan pangan berbasis komoditas lokal dan membuka peluang ekonomi baru bagi petani. (BM31-JP)









