Kairatu-SBB,
| Universitas Pattimura menggelar kegiatan outbound perdana yang melibatkan tenaga kependidikan sebagai bagian dari strategi penguatan kinerja aparatur sipil negara (ASN) guna mendorong pencapaian akreditasi dan reformasi tata kelola perguruan tinggi. Kegiatan ini berlangsung pada 10-11 April di Kairatu Beach, Kabupaten Seram Bagian Barat, dengan melibatkan puluhan peserta dari total 74 orang yang direncanakan, dan difasilitasi oleh Dodik Bela Negara Rindam XV/Pattimura.
Kegiatan ini tidak ditempatkan sebagai agenda rekreatif semata, melainkan sebagai intervensi kelembagaan untuk memperkuat soliditas internal, membangun komunikasi efektif, serta meningkatkan kapasitas kerja kolektif ASN di lingkungan kampus. Inisiatif ini muncul di tengah tuntutan peningkatan mutu layanan akademik dan tekanan capaian akreditasi institusi maupun program studi yang semakin kompetitif, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Pelaksana Tugas Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama Universitas Pattimura, Lussi Loppies, menegaskan bahwa kegiatan outbound ini merupakan langkah awal dalam membangun budaya kerja kolaboratif yang selama ini dinilai masih perlu diperkuat secara sistematis.
“Kegiatan outbound ini bukan hanya untuk penyegaran, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan, meningkatkan kerja sama tim, serta membangun komunikasi yang lebih efektif di antara tenaga kependidikan,” kata Lussi Loppies.
Dari sisi partisipasi, kegiatan ini diikuti oleh 51 peserta pada pembukaan, sementara sebagian lainnya tidak hadir karena tugas kedinasan. Meski demikian, pelaksanaan tetap berjalan dengan rangkaian program terstruktur, mulai dari sesi ice breaking, fun games, hingga diskusi reflektif yang menghadirkan pimpinan universitas dan tenaga profesional sebagai fasilitator.
Keterlibatan Dodik Bela Negara Rindam XV/Pattimura dalam memandu kegiatan menunjukkan adanya pendekatan semi-militer dalam pembentukan disiplin, solidaritas, dan ketahanan mental ASN. Pendekatan ini dinilai relevan untuk membangun karakter kerja yang adaptif dan responsif terhadap dinamika organisasi modern.
Komandan Dodik Bela Negara Rindam XV/Pattimura, Ketut Budiyono, menekankan pentingnya nilai strategis dari kegiatan outbound dalam membangun kekompakan tim kerja.
“Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh peserta dapat mempererat solidaritas, saling mengenal lebih dekat, serta menemukan semangat baru dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab di lingkungan kerja,” kata Ketut Budiyono.
Secara substantif, kegiatan ini juga dikaitkan langsung dengan upaya peningkatan akreditasi. Penguatan kapasitas ASN, khususnya tenaga kependidikan, menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian mutu perguruan tinggi. Dengan demikian, outbound diposisikan sebagai bagian dari strategi tidak langsung untuk memperbaiki kinerja layanan administratif dan akademik yang berimplikasi pada penilaian institusi.
Selain itu, kegiatan ini menjadi refleksi atas kebutuhan reformasi tata kelola yang lebih adaptif dan kolaboratif. Dalam konteks birokrasi kampus, tantangan tidak hanya terletak pada kebijakan, tetapi juga pada efektivitas implementasi di tingkat operasional yang sangat bergantung pada kualitas SDM.
Penutupan kegiatan ditandai dengan pengibaran Bendera Merah Putih sebagai simbol penguatan nilai nasionalisme dan integritas ASN, sekaligus menegaskan komitmen kolektif dalam menjalankan tugas kelembagaan secara profesional.
Dengan menjadikan outbound sebagai instrumen strategis, Universitas Pattimura menunjukkan upaya konkret dalam membangun fondasi budaya kerja yang solid sebagai prasyarat utama menuju peningkatan akreditasi dan transformasi tata kelola perguruan tinggi yang berdaya saing. (BM31)







