Ambon,
| Universitas Pattimura menegaskan peran strategisnya dalam menjembatani hasil riset akademik dengan kebutuhan industri dan program prioritas nasional melalui penyelenggaraan Pattimura Expo & Job Fair 2026, yang digelar Senin (20/4/2026) di pelataran Auditorium. Kegiatan yang merupakan bagian dari Dies Natalis ke-63 ini dirancang sebagai platform integrasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan pelaku UMKM guna memperkuat kontribusi nyata pada sektor ketahanan pangan dan energi.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Pattimura, Fredy Leiwakabessy, yang menekankan bahwa expo tidak sekadar seremoni tahunan, melainkan instrumen strategis untuk hilirisasi riset dan penguatan konektivitas tenaga kerja dengan kebutuhan industri. Pembukaan ditandai dengan pemukulan tifa, disaksikan jajaran pimpinan universitas serta perwakilan pemerintah daerah dan instansi teknis.
“Pattimura Expo ini tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi sarana strategis untuk menampilkan capaian akademik, inovasi riset, serta kolaborasi antara perguruan tinggi dengan pemerintah dan dunia usaha,” kata Rektor Universitas Pattimura, Fredy Leiwakabessy.
Secara konseptual, kegiatan ini mengusung fokus pada pengembangan talenta unggul yang selaras dengan agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Dalam konteks tersebut, Universitas Pattimura menempatkan diri sebagai aktor penting dalam menghasilkan sumber daya manusia berkualitas melalui implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, sekaligus memperkuat basis ekonomi daerah berbasis potensi lokal.
Lebih jauh, expo dan job fair ini menjadi ruang konkret untuk mempertemukan hasil riset kampus dengan kebutuhan riil sektor industri, terutama pada komoditas strategis seperti kelapa, kakao, kopi, dan peternakan. Langkah ini dipandang krusial dalam mendorong hilirisasi produk riset agar tidak berhenti pada tataran akademik, melainkan memberi dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghasilkan SDM berkualitas dan harus terlibat aktif dalam mendukung program prioritas pemerintah, terutama ketahanan pangan dan energi,” kata Rektor Universitas Pattimura, Fredy Leiwakabessy.
Dalam implementasinya, Universitas Pattimura juga tengah memperluas komunikasi dan kerja sama dengan kementerian terkait guna membuka akses keterlibatan dalam proyek-proyek nasional. Upaya ini menjadi bagian dari strategi institusional untuk memastikan bahwa riset dan inovasi kampus memiliki relevansi tinggi terhadap kebutuhan pembangunan nasional dan daerah.
Kehadiran sejumlah pemangku kepentingan, termasuk perwakilan Dinas Tenaga Kerja, DPMPTSP, serta Dinas Pertanian Provinsi Maluku dan Kota Ambon, memperkuat indikasi bahwa kegiatan ini tidak berdiri sebagai agenda internal kampus semata, melainkan sebagai forum kolaborasi lintas sektor. Job fair yang menjadi bagian integral dari kegiatan ini juga membuka akses langsung bagi mahasiswa dan lulusan untuk terhubung dengan peluang kerja yang sesuai dengan kompetensi mereka.
Secara keseluruhan, Pattimura Expo & Job Fair 2026 menegaskan transformasi peran perguruan tinggi dari sekadar pusat pendidikan menjadi motor penggerak pembangunan berbasis riset, inovasi, dan kemitraan strategis. Dengan mengintegrasikan kepentingan akademik, industri, dan kebijakan publik, Universitas Pattimura berupaya memperkuat posisinya sebagai katalis pembangunan di kawasan Maluku. (BM31)







