BM31News
BM31News
BM31News

Musyawarah Akbar ke-23 LDK Al Ikhwan Unpatti Bahas Regenerasi Kepemimpinan dan Penguatan Peran Mahasiswa

Forum tertinggi LDK Al Ikhwan Unpatti menjadi momentum evaluasi organisasi dan pemilihan kepengurusan baru.

Ambon, | Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Al Ikhwan Universitas Pattimura menggelar Musyawarah Akbar (Mubes) ke-23 pada Kamis (12/2/2026), bertempat di Aula Rektorat Universitas Pattimura. Forum tertinggi organisasi tersebut digelar untuk memilih kepengurusan baru sekaligus melakukan evaluasi program kerja dan merumuskan arah strategis organisasi ke depan dalam menjawab dinamika kehidupan kemahasiswaan di lingkungan kampus.

Kegiatan yang dihadiri pengurus, anggota, serta perwakilan organisasi kemahasiswaan itu dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Hubungan Masyarakat dan Alumni Universitas Pattimura. Dalam sambutannya, pihak universitas menegaskan bahwa Musyawarah Akbar bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan ruang strategis bagi mahasiswa untuk memperkuat tata kelola organisasi serta membangun sinergi lintas organisasi kemahasiswaan di lingkungan kampus.

“Musyawarah Akbar bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan forum strategis untuk melakukan evaluasi program, memperkuat sinergi dengan organisasi kemahasiswaan lainnya, baik di tingkat universitas maupun fakultas dan program studi,” kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Hubungan Masyarakat dan Alumni Universitas Pattimura, Nur Aida Kubangun.

Dalam kesempatan tersebut, Nur Aida juga menekankan pentingnya membangun budaya dialog yang sehat di kalangan mahasiswa. Menurutnya, organisasi kemahasiswaan harus menjadi ruang pendidikan demokrasi yang mendorong mahasiswa menyampaikan aspirasi secara konstruktif.

“Penyampaian aspirasi, termasuk melalui aksi demonstrasi, merupakan hak mahasiswa dalam sistem demokrasi, namun harus dilakukan secara santun, tidak anarkis, serta didukung oleh data dan argumentasi yang objektif,” kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Hubungan Masyarakat dan Alumni Universitas Pattimura, Nur Aida Kubangun.

Selain itu, pihak universitas juga mendorong LDK Al Ikhwan untuk terus memperkuat peran pembinaan mental dan spiritual mahasiswa sebagai bagian dari pembangunan karakter generasi muda di lingkungan kampus. Organisasi kemahasiswaan dinilai tidak hanya menjadi wadah aktivitas mahasiswa, tetapi juga ruang pembentukan integritas, tanggung jawab sosial, serta kepemimpinan yang beretika.

Di tempat yang sama, Ketua LDK Al Ikhwan Universitas Pattimura menilai Musyawarah Akbar ke-23 merupakan momentum penting dalam menjaga kesinambungan organisasi yang telah berdiri dan berkembang selama puluhan tahun di lingkungan kampus.

“Sebagai salah satu UKM yang cukup dikenal di lingkungan kampus maupun di luar kampus, LDK Al Ikhwan menghadapi tantangan besar untuk terus menjaga eksistensi, konsistensi, serta kualitas gerakan dakwah dan pembinaan mahasiswa,” kata Ketua LDK Al Ikhwan Universitas Pattimura, Irajan Tahlim Loilatu.

Irajan menjelaskan bahwa selama kurang lebih tiga dekade, LDK Al Ikhwan telah berperan aktif membangun kolaborasi dengan berbagai organisasi kemahasiswaan di Universitas Pattimura. Melalui Musyawarah Akbar ke-23, organisasi tersebut berupaya menghadirkan kepemimpinan baru yang mampu menjawab perkembangan kebutuhan mahasiswa di tengah dinamika sosial kampus.

Ia juga menegaskan bahwa proses regenerasi kepemimpinan telah dipersiapkan melalui kaderisasi internal organisasi. Para kader dinilai memiliki kapasitas untuk melanjutkan estafet perjuangan organisasi sekaligus menghadirkan program-program yang lebih adaptif dan berdampak.

“Kepengurusan telah mempersiapkan kader-kader terbaik untuk melanjutkan estafet perjuangan organisasi. Kepemimpinan ke depan harus mampu memahami karakter mahasiswa, membangun kolaborasi yang inklusif, serta menghadirkan program-program yang relevan dan berdampak,” kata Ketua LDK Al Ikhwan Universitas Pattimura, Irajan Tahlim Loilatu.

Musyawarah Akbar ke-23 ini juga menjadi ruang evaluasi terhadap program kerja yang telah dijalankan selama periode kepengurusan sebelumnya. Melalui forum tersebut, anggota organisasi diharapkan dapat memberikan masukan konstruktif guna memperkuat arah gerakan dakwah kampus yang tidak hanya berfokus pada kegiatan keagamaan, tetapi juga pada penguatan karakter mahasiswa secara menyeluruh.

Menutup rangkaian sambutannya, pimpinan organisasi berharap Musyawarah Akbar ke-23 mampu menghasilkan keputusan terbaik yang tidak hanya berdampak bagi internal organisasi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi sivitas akademika Universitas Pattimura. (BM31)


Dapatkan berita terbaru dari BM31News.com langsung di ponsel Anda! Klik untuk bergabung di Channel WhatsApp dan Telegram kami sekarang juga.

BM31NEWS

@bm31news.com

Ikuti akun resmi BM31NEWS di TikTok

Follow

Hak Cipta BM31News. Dilindungi undang-undang.

error: Konten Dilindungi !