BM31News
BM31News
BM31News
BM31News BM31News BM31News

Aksi Sosial Yayasan Lumbung Peduli Maluku Bagikan 500 Makanan Gratis di Ambon

Gerakan solidaritas sosial Yayasan Lumbung Peduli Maluku menyasar pekerja kecil di Ambon dengan membagikan ratusan makanan gratis melalui kolaborasi bersama pelaku UMKM.

Ambon, | Sebuah aksi sosial nyata berlangsung pada Senin (4/8/2025) di Kota Ambon ketika Yayasan Lumbung Peduli Maluku menggandeng pelaku UMKM lokal, Nasi Goreng Bunda, untuk membagikan 500 paket makanan gratis kepada para pekerja kecil yang tersebar di sejumlah titik vital kota. Aksi ini menjadi bagian dari program “Berbagi Tanpa Tapi, Peduli Tanpa Nanti”, yang dipimpin langsung oleh Ketua Yayasan, Nugrah Gables Manery.

Kegiatan berlangsung di beberapa titik padat aktivitas pekerja informal, seperti Seputaran Masjid Alfatah, Terminal Mardika, Pelabuhan Yos Sudarso, depan Ambon Plaza (Amplaz), Jalan Pattimura, Pangkalan Ojek Batu Meja, dan kawasan Urimessing. Sasaran utama dari kegiatan ini adalah supir angkot, supir truk, tukang becak, ojek pangkalan, ojek online, tukang parkir, buruh, dan para pekerja kasar lainnya yang kerap luput dari perhatian program sosial formal.

“Kami berbagi 500 paket makanan hari ini, sebagai bentuk nyata kepedulian kami terhadap masyarakat menengah ke bawah. Yayasan Lumbung Peduli Maluku ingin hadir dengan solusi yang tidak hanya di atas kertas, tapi langsung dirasakan oleh masyarakat,” kata Ketua Yayasan, Nugrah Gables Manery.

Aksi ini tak hanya menjadi penyalur bantuan sesaat, melainkan bagian dari strategi jangka panjang yayasan untuk membangun jejaring solidaritas sosial yang lebih kokoh dan partisipatif. Dengan melibatkan pelaku UMKM seperti Nasi Goreng Bunda, program ini sekaligus memberdayakan pelaku usaha kecil agar terlibat aktif dalam ekosistem gerakan sosial.

“Kami percaya, kekuatan sebuah bangsa bukan hanya di tangan pemimpin, tetapi juga di tangan rakyat yang bergotong royong saling peduli satu sama lain,” tambah Nugrah.

Menurut pantauan BM31News, kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme. Para relawan yang tergabung dalam kelompok “Sahabat Lumbung” tampak sigap membagikan makanan sambil berinteraksi hangat dengan para penerima. Beberapa pengemudi ojek mengaku terharu dan merasa dihargai atas pekerjaan keras mereka sehari-hari.

BM31News

Salah seorang buruh bongkar muat di Pelabuhan Yos Sudarso yang menerima paket mengatakan bahwa bantuan ini sangat berarti, terutama di tengah tekanan ekonomi pasca-pandemi dan kenaikan harga kebutuhan pokok.

“Beta seng sangka, ada orang yang datang bagi makanan tanpa tanya-tanya. Ini luar biasa. Beta harap kegiatan begini bisa jalan terus,” ungkapnya singkat.

Dari sisi strategi sosial, kegiatan ini mencerminkan pergeseran pendekatan filantropi yang lebih partisipatif dan berbasis komunitas. Kolaborasi antara organisasi sosial dan pelaku usaha mikro memperkuat gagasan bahwa pemberdayaan harus dilakukan melalui jejaring yang saling menopang, bukan sekadar bantuan karitatif sesaat.

Ke depan, Yayasan Lumbung Peduli Maluku berencana memperluas cakupan wilayah serta membuka kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk komunitas, organisasi profesi, hingga tokoh-tokoh lokal yang memiliki komitmen terhadap isu kemanusiaan.

“Gerakan ini bukan milik kami sendiri, tapi milik semua yang peduli. Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya, dari donatur hingga relawan di lapangan,” pungkas Nugrah.

Yayasan juga tengah merancang model pemberdayaan berkelanjutan yang melibatkan pelatihan keterampilan, akses ke layanan kesehatan dasar, dan pendampingan usaha mikro, untuk memastikan bahwa gerakan ini tidak hanya berhenti pada pembagian makanan, melainkan menjadi gerakan perubahan sosial yang berjangka panjang. (BM31-JP)


Dapatkan berita terbaru dari BM31News.com langsung di ponsel Anda! Klik untuk bergabung di Channel WhatsApp dan Telegram kami sekarang juga.

BM31NEWS

@bm31news.com

Ikuti akun resmi BM31NEWS di TikTok

Follow