Namlea,
| Aksi desakan terhadap artis nasional sekaligus anggota DPRD Kabupaten Buru, Bella Shofie Rigan, untuk mundur dari jabatannya kian menguat. Mahasiswa dan aktivis menyuarakan ketidakpuasan mereka atas dugaan ketidakhadiran Bella dalam seluruh agenda DPRD selama hampir setahun terakhir, dan menilai hal tersebut sebagai bentuk pengabaian terhadap amanat rakyat.
Sejumlah poster aksi yang beredar luas sejak akhir Juli 2025 memuat tuntutan tegas agar Bella Shofie dicopot dari keanggotaan dewan. Puncaknya, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Buru mengumumkan rencana demonstrasi besar-besaran yang akan digelar pada Selasa (5/8/2025), dengan titik kumpul di Simpang Lima dan titik aksi di Gedung DPRD Kabupaten Buru.
“Ini parlemen, bukan wahana permainan yang seenaknya bisa ditinggalkan. Jika bisnis dan dunia sosialitamu lebih menarik, maka kami menanti kabar pengunduran dirimu sebagai anggota dewan,” tulis salah satu poster yang beredar di media sosial dan grup percakapan publik.
Aktivis menyebut absennya Bella selama 11 bulan tanpa alasan yang jelas merupakan pelanggaran berat terhadap kode etik DPRD. Mereka menyoroti kegagalan lembaga dewan dan partai pengusung, NasDem, dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap kadernya.
Dalam pernyataan resmi yang dibacakan Ketua IMM Cabang Buru, mahasiswa mengajukan tiga tuntutan utama: pemanggilan dan pemeriksaan oleh Badan Kehormatan (BK), pemberian sanksi tegas oleh BK, dan rekomendasi Pergantian Antar Waktu (PAW) oleh Partai NasDem.
Aksi protes serupa juga direncanakan di Ambon dan Jakarta oleh jaringan mahasiswa asal Buru dan simpatisan gerakan pro-demokrasi. Mereka menganggap ketegasan terhadap Bella Shofie menjadi momentum penting untuk menegakkan disiplin dan etika dalam parlemen daerah.
Hingga saat ini, belum ada klarifikasi langsung dari Bella Shofie Rigan. Beberapa pihak menilai absennya tanggapan dari yang bersangkutan justru memperkuat dugaan bahwa ia telah lalai dalam menjalankan fungsinya sebagai anggota legislatif. (BM31)




