Saumlaki,
– Dukungan sektor swasta terhadap pembangunan kesehatan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Tanimbar semakin nyata. PT INPEX Masela, Ltd. bersama PT Medica Prakarsa Indonesia memperkuat pelaksanaan program eliminasi malaria dan pengendalian dengue melalui intervensi strategis dan edukatif.
Senior Manager Health, Safety, Security, Environment, and Sustainability INPEX Masela, Akhmad Khaqim, menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen perusahaan terhadap kesehatan masyarakat di wilayah operasi proyek Lapangan Gas Abadi.
“Dalam pelaksanaannya, INPEX Masela bermitra dengan PT Medica Prakarsa Indonesia untuk melaksanakan program ini,” kata Akhmad Khaqim.
Program pengendalian ini mencakup survei lokasi, distribusi kelambu, dan pengendalian vektor penyakit yang difokuskan di empat desa yakni Lermatang, Bomaki, Latdalam, dan Saumlaki.
“Kami berfokus pada daerah-daerah dengan risiko tinggi. Intervensi ini disesuaikan dengan kebutuhan lapangan dan data kesehatan lokal,” ujar Akhmad.
Di sisi lain, PT Medica Prakarsa Indonesia juga memainkan peran penting dalam analisis dan pendekatan berbasis komunitas. Nuri Purwito Adi, selaku perwakilan perusahaan, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan assessment menyeluruh dan mendapatkan respon positif dari masyarakat dan pemangku kepentingan.
“Semua pihak sangat antusias. Ini menjadi modal penting untuk bersama-sama mewujudkan Tanimbar bebas malaria,” kata Nuri Purwito Adi.
Ia juga menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk memastikan kelangsungan program ini.
“Dengan kerja sama yang baik, diharapkan program pemberantasan malaria dan dengue dapat berjalan efektif dan memberikan hasil positif bagi masyarakat,” tegasnya.
Meski data menunjukkan penurunan kasus malaria di Tanimbar dalam beberapa tahun terakhir, potensi lonjakan tetap menjadi ancaman jika pencegahan tidak dilakukan secara konsisten dan terintegrasi.
“Investasi dalam pencegahan jauh lebih murah dan berdampak luas. Ini bukan hanya soal kesehatan, tapi juga produktivitas dan keberlanjutan wilayah,” tutup Akhmad.
Dengan pendekatan kolaboratif yang melibatkan pemerintah, swasta, dan komunitas, Tanimbar menunjukkan keseriusannya dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari penyakit menular. (BM31-JP)







