Ambon,
| Universitas Pattimura menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional pada Senin (10/11/2025) di Lapangan Upacara Rektorat Unpatti, Ambon. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Pattimura Fredy Leiwakabessy itu berlangsung khidmat dan dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa. Dalam amanatnya, Leiwakabessy menegaskan bahwa semangat pendidikan dan pengabdian harus menjadi fondasi utama bagi generasi masa kini untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan. Upacara ini menjadi momentum refleksi untuk memperkuat nilai integritas dan kerja keras sebagai kunci kemajuan bangsa.
Upacara peringatan dimulai pada pagi hari dengan formasi upacara lengkap, diikuti barisan mahasiswa dan civitas akademika. Suasana hening menyelimuti lapangan ketika penghormatan kepada arwah para pahlawan dikumandangkan. Prosesi berlangsung tertib, menunjukkan keteguhan komitmen sivitas Unpatti dalam menjaga nilai sejarah dan jati diri bangsa.
Dalam amanat resminya, Leiwakabessy menekankan pentingnya meneladani pengorbanan para pahlawan melalui peran aktif di lingkungan akademik.
“Nilai kepahlawanan tidak berhenti pada seremonial semata, tetapi harus diwujudkan melalui kerja keras, integritas, dan kontribusi nyata dalam setiap aspek pendidikan dan penelitian,” kata Rektor Universitas Pattimura, Fredy Leiwakabessy.
Ia menambahkan bahwa masa depan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia, yang hanya dapat dicapai melalui pendidikan yang maju, inovatif, dan berorientasi pada pengabdian.
“Kita harus menjadi bagian dari solusi bagi negeri ini. Pendidikan adalah alat perjuangan kita hari ini, dan pengabdian adalah bentuk nyata cinta tanah air yang harus terus hidup dalam diri setiap akademisi,” ujar Leiwakabessy.
Kehadiran para wakil rektor, ketua lembaga, dosen, dan tenaga kependidikan menegaskan bahwa peringatan Hari Pahlawan bukan sekadar agenda tahunan, melainkan sebuah pengingat untuk memperkuat harmoni akademik dan profesionalisme. Barisan mahasiswa yang memenuhi area upacara juga menunjukkan antusiasme generasi muda dalam memahami makna sejarah serta relevansinya terhadap tantangan masa kini.
Secara situasional, peringatan Hari Pahlawan di lingkungan perguruan tinggi seperti Unpatti memiliki dampak strategis. Perguruan tinggi menjadi ruang transformasi ilmu pengetahuan sekaligus pusat pembentukan karakter, sehingga pesan moral tentang perjuangan, kerja keras, dan pengabdian relevan untuk diserap generasi muda. Kegiatan ini semakin mempertegas bahwa pembangunan bangsa tidak hanya menuntut kecerdasan intelektual, tetapi juga karakter tangguh dan etos kerja tinggi.
Latar belakang peringatan Hari Pahlawan mengingatkan bangsa Indonesia pada pertempuran heroik 10 November 1945 di Surabaya, yang menjadi simbol keberanian rakyat melawan penjajahan. Namun bagi institusi pendidikan, refleksi ini berkembang lebih luas menjadi dorongan untuk mempersiapkan generasi penerus yang mampu menjawab kebutuhan zaman, berlandaskan ilmu pengetahuan, etika, dan komitmen pengabdian.
Upacara di Unpatti meneguhkan kembali semangat itu. Melalui pendidikan dan penelitian, nilai-nilai kepahlawanan diterjemahkan dalam upaya konkret: meningkatkan mutu akademik, memperkuat budaya riset, serta memperluas program pengabdian kepada masyarakat. Dengan demikian, pengembangan kampus tidak hanya bergerak dalam ruang administratif, tetapi juga menjadi bagian aktif dalam pembangunan sosial dan kemajuan bangsa. (BM31)









