Ambon,
– Universitas Pattimura melalui Unit Pelayanan Akademik – Teknologi Informasi dan Komunikasi (UPA-TIK) bekerja sama dengan Kaizen Collaborative Impact, mitra resmi ASEAN Foundation dan Google.org, menyelenggarakan kegiatan Hour of Code dan AI Literacy pada Kamis (10/7/2025). Kegiatan ini berlangsung secara hybrid di lantai gedung Registrasi Universitas Pattimura, Ambon.
Program ini menjadi langkah strategis universitas dalam menjawab tantangan transformasi digital pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya di kawasan timur. Mengusung pendekatan praktis dan edukatif, kegiatan ini menyasar mahasiswa Universitas Pattimura sebagai peserta utama.
“Hour of Code dan AI Literacy adalah momentum penting untuk memperkenalkan dunia coding dan kecerdasan buatan secara menyenangkan kepada mahasiswa,” kata Kepala UPA-TIK, Latu Wattimury.
Menurut Wattimury, kegiatan ini tidak hanya bersifat edukatif tetapi juga memperkuat posisi Universitas Pattimura sebagai institusi yang siap menjawab tuntutan global melalui lisensi resmi Microsoft yang telah dimiliki kampus.
“Kami telah melaksanakan berbagai program kerja UPA-TIK berbasis Microsoft, termasuk mendorong dosen mengikuti sertifikasi Microsoft Certified Educator. Tahun ini, kami fokus pada perluasan manfaat tersebut bagi mahasiswa,” ujar Latu Wattimury.
Salah satu tujuan utama program ini adalah agar mahasiswa dapat memiliki sertifikat profesi digital yang dapat dikonversi menjadi Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing lulusan di dunia kerja.
“Kepemilikan SKPI berbasis Microsoft oleh mahasiswa tidak hanya memberikan nilai tambah kompetitif, tetapi juga berdampak langsung terhadap pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi,” kata Wattimury.
Program Hour of Code yang menjadi bagian dari gerakan global ini memperkenalkan dasar-dasar pemrograman komputer kepada peserta, dengan pendekatan yang sederhana, inklusif, dan menyenangkan. Sedangkan sesi AI Literacy memberikan pemahaman awal tentang konsep kecerdasan buatan, aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari, serta potensi dan risiko etis yang menyertainya.
Kegiatan ini difasilitasi oleh instruktur dari Kaizen Collaborative Impact, organisasi penggerak talenta digital Asia Tenggara yang selama ini bekerja sama dengan Google.org untuk mendorong literasi teknologi di kawasan ASEAN.
“Kami sangat senang dapat bermitra dengan Universitas Pattimura dalam misi membangun kapasitas digital generasi muda Indonesia Timur,” kata fasilitator Kaizen Collaborative Impact, Anita Wulandari.
Peserta kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi selama dua sesi yang digelar, baik dalam simulasi coding interaktif maupun diskusi seputar pemanfaatan AI secara etis dan produktif. Beberapa mahasiswa mengaku baru kali ini mendapatkan pengalaman langsung belajar coding dan AI dalam format yang mudah dipahami.
“Saya jadi lebih tertarik belajar teknologi karena ternyata tidak sesulit yang dibayangkan. Kegiatan ini sangat membuka wawasan,” kata salah satu peserta, Nurul Rahayu, mahasiswa Ilmu Komputer.
Kegiatan ini menjadi langkah awal Universitas Pattimura dalam membangun ekosistem kampus digital berbasis kompetensi global. Dalam jangka panjang, UPA-TIK menargetkan seluruh mahasiswa dapat memperoleh sertifikasi digital standar industri sebagai bagian dari reformasi layanan akademik.
“Kami sedang menyusun roadmap agar pelatihan coding dan AI ini menjadi bagian dari sistem pembelajaran berkelanjutan di Unpatti,” pungkas Wattimury.
Dengan kolaborasi yang melibatkan mitra global seperti Google.org dan Kaizen, Universitas Pattimura menegaskan komitmennya untuk terus beradaptasi dalam ekosistem pendidikan tinggi berbasis teknologi dan inovasi. (BM31)









